Senin, 28 September 2015

Paket Wisata PreWedding Ke Dieng Plateau

Prewedding merupakan satu acara yang banyak diburu terutama oleh calon pengantin baru. Kali ini Calya Wisata menawarkan paket wisata yang benar-benar berbeda, inovasi dan terobosan yang merupakan kreatifitas sebuah tim yang solid. Berwisata sekaligus pengambilan foto-foto prewedding tentu merupakan satu perjalanan yang menarik, penuh dengan pengalaman tak terlupakan. Paket Wisata PreWedding Ke Dieng Plateau merupakan satu produk yang sengaja dirancang untuk memberikan fasilitas kepada calon pasangan atau pengantin baru. Hubungi kami di 085200096334 - 085600096011 - 087705597000.

Raih Pengalaman Paling Berharga, Prewedding ke Dieng

Wujudkan impian dan raih pengalaman paling berharga dalam perjalanan hidup Anda. Pengambilan foto prewedding sekaligus menikmati keindahan alam Dataran Tinggi Dieng, tentu menjadi satu momentum yang benar-benar berkesan. Pengalaman langka, unik, dan spektakuler.

Dengan tim handal yang penuh kreatifitas, berpengalaman, dan profesional dalam bidangnya, kami mampu merancang satu konsep spesial, Paket Wisata PreWedding Ke Dieng Plateau. Ya, pasti Anda sangat penasaran bagaimana pengalaman-pengalaman spektakuler dalam paket wisata kami. Segera bergabung bersama Calya Wisata untuk mendapatkan fasilitas superior dan layanan berkualitas istimewa.

Wisata Dieng

Kawasan Wisata Dieng


Biaya Paket Wisata PreWedding Ke Dieng Plateau

Tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk mendapatkan pengalaman spektakuler bersama Calya Wisata. Dapatkan Paket Wisata PreWedding Ke Dieng Plateau dengan biaya sebesar Rp 6.000.000,- untuk dua orang (satu pasang calon pengantin). Ambil keputusan tepat, sebelum momentum bersejarah dalam hidup Anda lewat.

Fasilitas dan Layanan
  • Fotografer Profesional
  • Cetak 16R 3 lembar
  • Dokumentasi file-file pilihan
  • Tiket masuk lokasi zona 1 (Telaga Warna, kawasan candi, bukit Sidengkeng, dan Batu Pandang Ratapan Angin)
  • Penginapan papan atas di wilayah Dieng
  • 4 kali makan
  • Sarana transportasi

Ketentuan
  • Paket tersebut untuk dua orang calon pengantin.
  • Jika calon pengantin mengajak peserta lain (perias atau penata busana), maka akan dikenakan tambahan biaya tersendiri, sebesar Rp 200.000,- per orang.
  • Jumlah peserta paling banyak 4 orang.
  • Uang muka sebesar 50% sebagai tanda jadi.

Jumat, 25 September 2015

Objek Wisata Batu Pandang Ratapan Angin Dieng

Dieng tak akan pernah berhenti menyuguhkan keindahan-keindahan alam nan eksotis. Selain kawasan Telaga Warna yang penuh dengan nuansa mistis, kompleks percandian yang menyuguhkan warisan budaya adi luhung, Bukit Sikunir dengan pesonan Golden Sunrise yang konon merupakan sunrise terindah di Indonesia, juga terdapat satu objek wisata lagi yang tak kalah menariknya, yakni Batu Pandang Ratapan Angin yang menawarkan view dua telaga kembar dari ketinggian.

Batu Pandang Ratapan Angin merupakan satu objek wisata yang tidak boleh ditinggalkan saat Anda berkunjung ke kawasan wisata Dieng. Pasalnya, objek wisata yang satu ini menawarkan pesona pemandangan alam sangat mengagumkan, sebuah lukisan mahakarya dari Sang Pencipta. Terdapat berbagai spot menarik untuk pengambilan foto-foto seni, maupun selfie, tak mengherankan jika kawasan ini selalu diburu oleh wisatawan untuk mengabadikan kunjungannya ke Dieng Plateau.

Batu Pandang Ratapan Angin berada di dekat Gunung Pakuwaja, Dieng, di sebelah selatan kawasan Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Wisatawan bisa menuju ke objek wisata tersebut melalui pintu masuk yang berada satu lokasi dengan Dieng Plateau Theater. Dari pintu parkir Dieng Plateau Theater ada petunjuk arah untuk menuju Batu Pandang Ratapan Angin.

Batu Pandang Ratapan Angin

Akses Jalan Ke Batu Pandang Ratapan Angin


Jalan setapak yang tersusun atas ratusan anak tangga akan membibing Anda untuk menikmati sajian pesona alam yang sangat mengagumkan. Memang dibutuhkan stamina cukup kuat agar bisa mencapai lokasi. Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena jalur yang dilalui sudah ditata sedemikian rupa, sehingga memudahkan para pengunjung. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai lokasi di ketinggian.

Batu Pandang Ratapan Angin

Tracking Ke Batu Pandang Ratapan Angin


Kelelahan Anda akan terbayar begitu mencapai area batu pandang. Sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan terpampang di depan mata. Wisatawan akan menyaksikan sajian pemandangan eksotis dua telaga kembar dari ketinggian. Saatnya berburu spot paling menarik untuk mengabadikan perjalanan liburan Anda.

Batu Pandang Ratapan Angin

Melepas Lelah Saat Perjalanan Ke Batu Pandang Ratapan Angin


Sebuah perjalanan liburan yang sangat memuaskan, tak cukup rasanya waktu 1-2 jam saja untuk menikmati keindahan yang begitu menawan. Tak jarang area di Bukit Sidengkeng ini dijadikan sebagai lokasi pengambilan foto prewedding. Hampir setiap pengunjung merasa terkagum-kagum dengan pesona keindahan panorama alam yang benar-benar memanjakan mata.

Batu Pandang Ratapan Angin

Pesona Pemandangan Batu Pandang Ratapan Angin


Penasaran dengan Batu Pandang Ratapan Angin? Hubungi kami, Calya Wisata - 085200096334, 085600096011, 087705597000, untuk mempersiapkan seluruh akomodasi perjalanan Anda.

Selasa, 22 September 2015

Objek Wisata Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang adalah salah satu objek wisata yang berada di kawasan vulkanik Dataran Tinggi Dieng, merupakan kawah yang paling populer dibanding kawah-kawah lain di Dieng karena memiliki akses paling mudah untuk dijangkau. Kawah seluas 200 m2 ini berada di wilayah Desa Dieng Kulon, hanya berjarak kurang lebih 800 meter dari objek wisata Telaga Warna dan 1,5 kilometer dari Kompleks Candi Arjuna.

Berada di area datar, dikelilingi batuan belerang, dan mengepulkan uap panas disertai gejolak air mendidih berwarna kelabu. Kandungan belerang yang sangat tinggi membuat kawah tersebut mengeluarkan bau sangat menyengat, sehingga wisatawan yang berkunjung harus menggunakan masker sebagai penutup hidung. Namun begitu, bau menyengat tersebut tidak menghalangi minat wisatawan untuk berkunjung.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang


Nama Kawah Sikidang sangat populer, karena memang memiliki karakter sangat unik, dimana lubang utama semburan lumpur mendidih selalu berpindah-pindah tempat dalam satu area yang luas. Oleh karena itulah, penduduk setempat memberinya nama Kawah Sikidang, bagaikan seekor kidang (rusa) yang selalu melompat-lompat dari satu tempat ke tempat lain.

Kawah Sikidang menghadirkan nuansa lain di kawasan wisata Dieng. Pemandangan alam nan hijau menyegargan mendadak lenyam dari pandangan mata begitu Anda memasuki area kawah. Sejauh mata memandang tampak hamparan tanah dan batuan belerang yang tampak tandus. Area perbukitan yang terlihat jauh mengelilingi area kawah memberikan kesan bahwa area tersebut menyerupai sebuah kaldera yang sangat besar.

Kawah Sikidang

Lokasi Kawah Sikidang


Perlu diingat, saat Anda mengunjungi lokasi kawah Sikidang, dilarang untuk menyalakan api atau rokok karena sangat berbahaya. Wisatawan juga harus hati-hati saat melangkah, pilihlah area tanah yang kering sebagai pijakan. Di beberapa tempat terlihat tanah mengeluarkan asam dari lubang-lubang kecil. Tanah tersebut sangat berbaya karena sangat rapuh. Hindari berjalan kaki di sekitar tanah yang tampak basah, apalagi mengeluarkan asap.

Bau belerang sangat menyengat, semakin mendekati kawah, bau terasa semakin kuat dan menusuk hidung. Wisatawan bisa membeli masker yang dijajakan oleh warga setempat di lokasi wisata. Tak jauh dari tempat parkir, Anda akan menjumpai kios-kios pedagang yang menjajakan cinderamata, makanan dan minuman, dll.

Minggu, 20 September 2015

Rangkaian Acara Opentrip Gelar Budaya Babad Dieng

Even Gelar Budaya Babad Dieng dimulai tanggal 14-18 Oktober 2015. Untuk menghemat waktu liburan dan biaya perjalanan para wisatawan, kami menyelenggarakan Open Trip selama 4 hari 3 malam, dimulai tanggal 15 Oktober dan selesai tanggal 18 Oktober 2015. Untuk memberikan deskripsi lebih detail mengenai even tersebut, berikut kami berikan rangkaian acara Open Trip Gelar Budaya Babad Dieng.

Gelar Budaya Babad Dieng

Susunan Acara Opentrip Gelar Budaya Babad Dieng


15 Oktober 2015
  • 09.00
    Penjemputan di Meeting Point
    Lokasi : Yogyakarta/Purwokerto
  • 09.00 - 12.00
    Perjalanan ke Wonosobo
  • 12.00 - 13.00
    Istirahat dan Makan Siang
    Lokasi : Wonosobo
  • 13.00 - 14.00
    Melanjutkan perjalanan di Dieng
  • 14.00 - 15.00
    Pendaftaran Peserta Opentrip ke Pokdarwis Sembungan (Untuk Rute Sikunir)
    Lokasi : Desa Sembungan
  • 15.00
    Checkin penginapan
    Peserta disarankan istirahat, karena pendakian ke Bukit Sikunir dimulai jam 04.00 WIB
    Lokasi : Dieng
16 Oktober 2015
  • 03.00 - 04.00
    Persiapan pendakian Bukit Sikunir
  • 04.00 - 04.45
    Pendakian Bukit Sikunir
    Bagi yang beragama Islam, sholat subuh bisa dilakukan di atas bukit
  • 04.45 - 05.30
    Menanti kemunculan Golden Sunrise
    Lokasi : Puncak Bukit Sikunir
  • 05.30 - 07.00
    Berburu momentum sunrise paling Indah. Cari spot paling ideal untuk mengabadikan kunjungan Anda.
  • 07.00 - 08.00
    Bersantai sambil menikmati keindahan pemandangan dari puncak Sikunir. Berfoto-foto untuk mengambil gambar terbaik.
  • 08.00 - 08.30
    Peserta Opentrip turun ke basecamp
  • 08.30 - 09.00
    Menikmati minuman kopi/teh hangat
    Sarapan
    Menyaksikan pertunjukan Kesenian Tradisional
    Lokasi : Lapangan Desa Sembungan
  • 09.00 - 11.00
    Seminar dan sarasehan Budaya
    Lokasi : Suharto whitlem
  • 11.00 - 13.00
    Istirahat
    Makan siang
  • 13.00 - 15.00
    Pameran Benda-benda Pusaka
    Lokasi : Homestay Ratu
  • 15.00
    Kembali ke homestay dan istirahat
17 Oktober 2015
  • 07.00 - 08.00
    Sarapan
  • 08.00 - 09.00
    Menikmati pemandangan eksotis Telaga Warna saat pagi hari
  • 09.00 - 10.00
    Menyaksikan Film Dokumenter di Dieng Plateau Theater
  • 10.00 - 11.00
    Kawah Sikidang
  • 11.00 - 12.00
    Kompleks Candi Arjuna
  • 12.00 - 13.00
    Makan siang
  • 13.00
    Kembali ke homestay dan istirahat
    acara dilanjutkan malam hari
  • 18.00 - 18.30
    Pembukaan Tari Pendet dari Bali
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 19.30 - 21.00
    Opera Mahabarata (Sendratari Semar Mbangun kahyangan)
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 21.15 - 21.30
    Sendratari Ngupadi
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 21.30 - 22.00
    Doa bersama Lintas Agama
    Penyalaan Lentera 1001 Impian
    Penulisan Doa diatas Bambu dimasukan ke Gentong Besar 1001 Impian/angan
    (ditutup dengan tari Mahapati dari bali)
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
18 Oktober 2015
  • 10.00 - 10.30
    Sendratari Hangruwat
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 11.00 - 11.45
    Tradisi Momongi
    Kembul bujana dan Ngarap berkah Apem Dieng
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 11.45 - 12.00
    Sendratari Kidung Serayu
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 12.00 - 12.30
    Pembagian Hadiah Lomba
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 12.30 - 13.00
    Penutup
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya

Kamis, 17 September 2015

Deskripsi Singkat Objek Wisata Dieng

Tak lengkap rasanya kunjungan Anda ke Dataran Tinggi Dieng jika tidak mengetahui bagaimana objek wisata di kawasan tersebut. Untuk membantu para traveler dalam menyusun agenda perjalanan, berikut kami sajikan Deskripsi Singkat Objek Wisata Dieng.

Telaga Menjer
Menikmati keindahan alam di telaga menjer. Telaga menjer merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan Gunung Pakuwaja ribuan tahun silam. Wisatawan bisa berjalan-jalan mengitari telaga, menikmati suasana romantis di sekitar telaga, atau menyewa perahu berkeliling telaga.

Telaga Warna
Menikmati pemandangan unik Telaga Warna, salah satu telaga yang penuh mitos dan sangat kental dengan nuansa mistis. Di area wisata tersebut, pengunjung juga dapat melihat beberapa goa alam yang sering dijadikan sebagai tempat bertapa. Di dekat telaga warna, terdapat satu telaga lagi yang diberi nama Telaga Pengilon, dengan air sangat jernih bagaikan kaca.

Kawah Sikidang
Merupakan kawah paling unik di Dieng, kawah yang bisa berpindah tempat. Tak mengherankan jika masyarakat setempat memberinya nama Kawah Sikidang, bagaikan seekor kidang (rusa) yang melompat dari satu tempat ke tempat lain.

Kompleks Candi Arjuna dan Gathotkaca
Menurut buku Mata Air Peradaban, kompleks percandian Dieng merupakan candi tertua di Pulau Jawa, bahkan diduga tertua di Indonesia. Dari sinilah mata air peradaban nusantara terus mengalir dan berkembang hingga sekarang. Wisatawan bisa menyaksikan sendiri bagaimana warisan budaya adi luhung di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
OPEN TRIP DIENG

Kawasan Wisata Dieng


Dieng Plateau Theater
Menyaksikan film dokumenter berdurasi 24 menit tentang Dieng. Disinilah kita bisa mengetahui berbagai informasi penting tentang Dieng, mulai dari sejarah, peristiwa-peristiwa penting, objek wisata, hingga kondisi sosial ekonomi setempat.

Batu Pandang Ratapan Angin
Sebuah bukit kecil yang berada di dekat Dieng Plateau Theater. Wisatawan bisa menikmati pesona dua telaga kembar (Telaga Warna dan Telaga Pengilon) dari ketinggian. Sajian panorama alam yang sangat eksotis, cocok untuk foto seni maupun selfie. Abadikan kunjungan Anda ke Dieng Plateau dari atas bukit.

Tuk Bima Lukar
Salah satu situs bersejarah, peninggalan Hindu Kuno. Sebuah tempat yang konon pada jaman dahulu mata air ini dijadikan sebagai tempat bersuci sebelum memasuki kawasan Candi. Jejak kekunoan tampak pada dua Jaladwara yang terbuat dari batu lingga dan tumpahan air berupa Yoni.

Harga Tiket Masuk Objek Wisata Dieng

Berwisata ke Dieng memang menjadi salah satu agenda liburan yang menyenangkan. Pasalnya, kawasan wisata Dieng Plateau memiliki daya tarik sangat unik, yaitu perpaduan sempurna antara keindahan alam dan warisan adi luhung. Disamping itu, Dieng juga memiliki ikatan historis yang cukup kental terhadap perkembangan peradaban Nusantara.

Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Dieng, mungkin ingin mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket masuk lokasi. Estimasi biaya perjalanan merupakan satu hal yang sangat penting agar liburan bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana. Salah satu yang harus diperhitungkan adalah tiket masuk lokasi.

Berapa harga tiket masuk ke lokasi wisata di kawasan Dieng?

Berikut daftar harga tiket masuk beberapa lokasi wisata Dieng yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Anggaran Perjalanan, terutama bagi pelaku bisnis dan perusahaan.
Wisata Dieng

Kawasan Wisata Dieng

  • Tiket Masuk Kawasan Dieng : Rp 2.000,-/orang
  • Telaga Menjer : Rp 3.000,-/orang
  • Agrowisata Perkebunan Teh Tambi
    • Paket Standar Rp 27.500,-/orang, minimal 10 orang
    • Paket Eksklusif Rp 55.000,-/orang, minimal 20 orang
    • Paket Eksklusif Outbond Game Rp 115.000,-/orang, minimal 20 orang
  • Telaga Warna : Rp 5.000,-/orang (weekday) - Rp 7.500,-/orang (weekend)
  • Dieng Plateau Theater : Rp 4.000,-/orang
  • Batu Pandang Ratapan Angin: Rp 10.000,-/orang
  • Candi Arjuna + Kawah Sikidang : Rp 10.000,-/orang
  • Museum Kailasa : Rp 5.000,-/orang
  • Candi Bima : Rp 5.000,-/orang
  • Bukit Sidengkeng : Rp 3.000,-/orang
  • Bukit Sikunir : Rp 6.000,-/orang
  • Gunung Prau : Rp 6.000,-/orang
  • Sumur Jalatunda : Rp 5.000,-/orang
  • Dieng Water Park : Rp 20.000,-/orang untuk dewasa dan Rp 15.000,-/orang untuk anak-anak
  • Kawah Sileri : Rp 5.000,-/orang
  • Kawah Candradimuka : Rp 5.000,-/orang
  • Telaga Merdada : Rp 5.000,-/orang
Daftar harga tersebut merupakan harga terbaru dan secara berkala kami update, sehingga bisa menjadi sumber informasi yang akurat bagi para traveler. Selain itu, untuk beberapa lokasi wisata yang membutuhkan petualangan dan beresiko, harga sudah termasuk asuransi.

Selasa, 15 September 2015

GELAR BUDAYA BABAD DIENG

Nikmati dan saksikan event sepktakuler perpaduan keindahan alam yang eksotis dan warisan budaya adi luhung dalam GELAR BUDAYA BABAD DIENG. Sebuah event yang luar biasa, menggali keharmonisan dalam aspek wisata alam dan budaya, sekaligus menguak sisi historis kawasan wisata Dieng. Dapatkan segera pengalaman liburan yang sangat berkesan dan tidak akan pernah Anda dapatkan dimanapun kecuali dalam Paket Wisata Gelar Budaya Babad Dieng.

Paket Wisata Gelar Budaya Babad Dieng

Dapatkan momentum spesial dalam hidup Anda, ikuti Open Trip "Gelar Budaya Babad Dieng" yang kami selenggarakan pada tanggal 15-18 Oktober 2015. Dapatkan paket paling menarik dalam liburan Anda. Agendakan Dieng dalam perjalanan liburan ke depan. Hadiri event paling fenomenal di seluruh Nusantara, "Gelar Budaya Babad Dieng". Ikuti perjalanan wisata paling spektakuler selama 4 hari 3 malam di Dieng.

Wisatawan akan dimanjakan dengan berbagai kegiatan menarik, mulai dari trip Golden Sunrise SIKUNIR, menghadiri pameran benda-bennda pusaka, pertunjukan Sendra Tari, Lantunan Doa Seribu Lentera, hingga momen spesial Gentong Seribu Satu Angan. Penasaran bagaimana serunya Gelar Budaya Babad Dieng? Hubungi Calya Wisata di 0852 0009 6334, 0856 0009 6011, 0877 0559 7000 untuk mendapatkan paket wisata Dieng selama 4 hari 3 malam.

Meeting Point

  • Yogyakarta
  • Purwokerto

Harga Paket Wisata Gelar Budaya Babad Dieng

  • Untuk kuota peserta sebanyak 5-6 orang, biaya perjalanan sebesar Rp. 1.750.000,- per peserta.
  • Untuk kuota sebanyak 7-10 orang, biaya perjalanan sebesar Rp. 1.625.000,- per peserta.
Biaya tersebut sudah termasuk penginapan, transportasi, tiket Gelar Budaya Babad Dieng, Souvenir, makan sebanyak 9 kali, T-Shirt, tiket wisata zona 1 Dieng, dan Tour Leader handal.

GELAR BUDAYA BABAD DIENG

Gelar Budaya Babad Dieng Bersama Calya Wisata


Kegiatan Gelar Budaya Babad Dieng

  • Trip Golden Sunrise Bukit Sikunir
  • Objek Wisata Zona 1 Dieng (Telaga Warna, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theater, dan Kompleks Candi Arjuna).
  • Pameran benda-benda pusaka asli Dieng, diperkirakan berasal dari ribuan tahun yang lalu.
  • Lantunan Doa Seribu Lentera
  • Momen Gentong Seribu Satu Impian
  • Pertunjukan Sendra Tari Pendet
  • Pertunjukan Sendra Tari Semar Mbangun Kayangan
  • Pertunjukan Sendra Tari Ngupadi
  • Pertunjukan Sendra Tari Margapati
  • Pertunjukan Sendra Tari Hayuningrat
  • Pertunjukan Sendra Tari Kidung Serayu
Untuk lebih datilnya itinerary even tersebut, lihat pada artikel Rangkaian Acara Opentrip Gelar Budaya Babad Dieng

Selasa, 08 September 2015

Open Trip Ke Dieng Wonosobo

Banyaknya permintaan OPEN TRIP KE DIENG WONOSOBO, terutama dari traveler perorangan yang ingin berlibur ke Dieng, tentu harus direspon secara positif. Oleh karena itulah Calya Wisata menyediakan layanan OPEN TRIP DIENG untuk mengakomodir wisatawan individu dari berbagai kota, sehingga wisatawan memiliki keleluasaan dalam agenda liburannya. Bergabung dalam program Open Trip Dieng yang kami selenggarakan merupakan pilihan tepat, karena Calya Wisata didukung oleh tim profesional dan memiliki pengalaman tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik.

Biaya Open Trip Dieng

  • Rp 500.000,-/pax untuk meeting point Yogyakarta/Purwokerto
  • Rp 750.000,-/pax untuk meeting point Jakarta

Meeting Point Open Trip Dieng

  • Jakarta
  • Yogyakarta
  • Semarang
  • Solo
  • Purwokerto

OPEN TRIP DIENG

Kawasan Wisata Dieng


Tanggal Pemberangkatan Open Trip Dieng

  • Open Trip Dieng Yogyakarta
    Desember 2015
  • Open Trip Dieng Purwokerto
    Desember 2015
  • Open Trip Dieng Solo
    7 November 2015
  • Open Trip Dieng Semarang
    24 Oktober 2015
  • Open Trip Dieng Jakarta
    09 Oktober 2015

Fasilitas program Open Trip Dieng Calya Wisata

  • Transportasi
  • Penginapan eksekutif atau hotel berbintang
  • Makan 3x (prasmanan)
  • Snack
  • Tiket Masuk Lokasi Wisata Dieng
  • Souvenir cantik
  • Tour Leader
  • Dokumentasi Profesional

Ketentuan Open Trip Dieng

Untuk mengikuti program open trip Dieng dari Calya Wisata, peserta harus mengikuti beberapa ketentuan yang sudah kami tetapkan, yaitu:
  • Peserta membayar uang pendaftaran sesuai dengan tarif yang tertera di atas.
  • Jumlah peserta minimal terdiri dari 5 (lima) orang
  • Jika pada saat hari pemberangkatan jumlah peserta tidak memenuhi kuota sebanyak 5 (lima) orang, kami akan menawarkan 2 pilihan untuk masing-masing peserta, yaitu:
    • Kegiatan open trip akan kami reschedule pada bulan berikutnya.
    • Kegiatan open trip tetap dilaksanakan, tetapi harga disesuaikan dengan jumlah peserta yang ikut.

Jadwal kegiatan Open Trip Dieng Calya Wisata

Untuk jadwal kegiatan disesuaikan dengan meeting point yang telah ditentukan. Pemberangkatan dari Jakarta atau Bandung jelas membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai di Kabupaten Wonosobo, dibanding pemberangkatan dari kota-kota lain di sekitar Wonosobo. Oleh karena itu, penetapan jadwal kegiatan untuk masing-masing program open trip berbeda satu sama lain. Dengan begitu, waktu berlibur Anda akan jauh lebih efisien dan wisatawan mendapatkan pengalaman liburan yang memuaskan. Klik pada link di bawah ini untuk melihat Jadwal Kegiatan Open Trip Dieng.

FAQ ( Frequently Asked Question ) Open Trip Dieng

Berikut beberapa FAQ atau pertanyaan yang sering muncul tentang open trip Dieng Calya Wisata:

Apa Itu Open Trip?

Open trip adalah salah satu model dalam sebuah program wisata, dimana peserta kegiatan wisata tersebut merupakan individu yang digabung dengan peserta lain dalam satu paket. Biasanya jadwal tour sudah ditetapkan, dan jumlah peserta menggunakan kuota yang sudah ditetapkan. Dengan mengikuti program open trip, seseorang bisa mengikuti perjalanan wisata tanpa membawa rombongan sendiri.

Apa Itu Open Trip Dieng?

Open Trip Dieng adalah salah satu program wisata ke Dieng yang dikeluarkan oleh Calya Wisata, sebagai penyedia layanan wisata, untuk mengakomodir wisatawan individu yang ingin berlibur ke Dieng.

Apakah Peserta Open Trip Bisa Menentukan Tanggal Keberangkatan?

Tidak bisa, tanggal keberangkatan sudah ditentukan oleh pihak Calya Wisata sebagai penyelenggara kegiatan Open Trip Dieng.

Apakah Peserta Bisa Menentukan Meeting Point?

Tidak bisa, meeting point juga sudah ditentukan oleh pihak Calya Wisata.

Berapa Jumlah Kuota Peserta Open Trip Dieng?

Jumlah kuota peserta Open Trip Dieng adalah 5 (lima) orang.

Bagaimana Jika Pada Tanggal Pemberangkatan Kuota Peserta Open Trip Tidak Terpenuhi?

Jika terjadi kondisi demikian, pihak Calya Wisata akan memberikan dua opsi, yaitu:
  • Tanggal pemberangkatan ditunda pada bulan berikutnya.
  • Open Trip Dieng tetap dilaksanakan, tetapi biaya disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada.

Bagaimana Cara Mendaftar Program Open Trip Dieng

Hubungi langsung ke pihak Calya WIsata di nomor 085200096334, 085600096011, atau 087705597000. Calon peserta juga bisa menghubungi kami melalui email, klik di sini.

Dapatkan teman baru dalam program Open Trip Dieng Calya Wisata

Kemampuan tim Calya Wisata untuk mewujudkan kebersamaan selama dalam perjalanan, baik antar peserta maupun peserta dengan tim Calya Wisata, menjadikan keunggulan tersendiri, sehingga banyak wisatawan yang memiliih Open Trip Dieng bersama kami. Perjalanan akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan jika dibangun dengan kebersamaan dan nuansa kekeluargaan.

Jumat, 04 September 2015

Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau)

Dieng adalah dataran tinggi di Jawa Tengah, secara administratif sebagian wilayahnya masuk dalam Kabupaten Wonosobo dan sebagian masuk Kabupaten Banjarnegara. Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan pegunungan raksasa, terdiri dari beberapa gunung, serta memiliki beberapa puncak kecil dan banyak kawah aktif. Pegunungan tersebut terletak di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dua gunung kembar di Kabupaten Wonosobo.

Boleh dikatakan bahwa Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata dataran tinggi tersebut adalah 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata 12—20 °C pada siang hari dan 6-10 °C pada malam hari. Namun pada musim kemarau, antara bulan Juli hingga Agustus, suhu udara di dataran tinggi Dieng dapat mencapai 0 °C, bahkan tidak jarang mencapai -6 °C. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke Dieng pada bulan-bulan tersebut, bukan tidak mungkin akan menjumpai embun beku (embun es), yang oleh warga sekitar disebut bun upas.

Dataran Tinggi Dieng

Foto Dataran Tinggi Dieng


Penggunaan Nama Dieng

Secara administratif Dieng sebenarnya merupakan nama bagi Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dan Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kedua desa tersebut termasuk desa terpencil di Jawa Tengah. Namun, saat ini penggunaan nama Dieng banyak ditujukan untuk menyebut kawasan wisata di dataran tinggi tersebut.

Asal Nama Dieng

Nama Dieng berasal dari bahasa kawi, yakni "Di" yang berarti tempat dan "Hyang" yang berarti dewa. Sehingga secara etimologis nama Dieng berarti tempat bagi para dewa. Memang, dalam buku berjudul "Mata Air Peradaban", disebutkan bahwa Dieng merupakan tempat yang disucikan bagi umat Hindu Kuno, yang konon memindahkan tempat suci tersebut dari Puncak Himalaya ke Dieng. Tak mengherankan jika di Dieng banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi representasi peribadatan umat Hindu.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan dengan aktivitas vulkanik sangat tinggi. Para ahli memperkirakan bahwa kawasan Dieng merupakan kaldera raksasa dengan tepi gunung-gunung yang berada di sekitarnya. Jika mengeksplorasi seluruh dataran tinggi Dieng, wisatawan akan menjumpai banyak kawah-kawah aktif yang mengeluarkan material vulkanik, baik berupa gas, uap air, dll. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah tersebut.

Tak hanya berpotensi mengeluarkan gas beracun, tetapi juga material vulkanik lain, seperti letusan lumpur. Oleh karena itulah, Dieng menjadi kawasan yang semestinya diwaspadai. Berbagai potensi bahaya yang dimungkinkan bisa terjadi di wilayah Dataran Tinggi Dieng antara lain semburan gas beracun, letusan lumpur dan material vulkanik lain, tanah longsor, bahkan banjir.

Salah satu tragedi paling tragis yang pernah terjadi di Dieng adalah letusan kawah Sinila pada tahun 1979. Letusan tersebut mengakibatkan retakan tanah hingga ke kawah Timbang yang mengeluarkan gas CO2 sangat tinggi. Akibatnya gas beracun dari kawah Timbang keluar melalui retakan tanah yang diakibatkan letusan kawah Sinila. Dalam tragegi tersebut, tercatat 149 orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun.

Selain kawah, dataran tinggi Dieng juga memiliki banyak danau vulkanik yang memiliki air dengan kandungan belerang sangat tinggi berwarna khas kekuningan hingga kehijauan. Salah satu danau yang sangat populer dan menjadi destinasi wisata favorit adalah Telaga Warna.

Lihat selengkapnya di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng.

Kawah-kawah Di Dataran Tinggi Dieng

Kawah-kawah di Dieng tergolong kawah aktif, dan menjadi kepundan bagi aktivitas vulkanik di dataran tinggi tersebut. Pemantauan terhadap aktivitas kawah dilakukan oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Dieng yang berada di Kecamatan Karangtengah. Berikut beberapa kawah di dataran tinggi Dieng.
  • Candradimuka
  • Sibanteng
  • Siglagah
  • Sikendang, berpotensi gas beracun
  • Sikidang
  • Sileri
  • Sinila, berpotensi gas beracun
  • Timbang, berpotensi gas beracun

Gunung Di Dataran Tinggi Dieng

Dieng memiliki beberapa gunung di sekelilingnya. Yang sangat populer dan sedang naik daun adalah Gunung Prau dan Sikunir. Kedua gunung tersebut menjadi buruan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Berikut beberapa gunung di dataran tinggi Dieng.
Gunung Prau (2.565 mdpl)
Gunung Pakuwaja (2.595 mdpl)
Gunung Sikunir (2.463 mdpl)

Danau Vulkanik Di Dataran Tinggi Dieng

Dieng memiliki banyak danau vulkanik yang saat ini dikelola sebagai destinasi wisata. Beberapa diantaranya adalah:
  • Telaga Warna
  • Telaga Cebong
  • Telaga Merdada
  • Telaga Pengilon
  • Telaga Dringo
  • Telaga Nila

Obyek Wisata Di Dataran Tinggi Dieng

Golden Sunrise Sikunir Dieng

Wisatawan Menantikan Sunrise Di Sikunir Dieng


  • Gardu Pandang Tieng
  • Tuk Bima Lukar
  • Kompleks percandian, terdiri dari Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Gathotkaca, Kompleks Candi Dwarawati, dan Candi Bima.
  • Gangsiran Aswatama, merupakan drainase kuno.
  • Telaga Warna dan Telaga Pengilon
  • Goa-goa alam, seperti goa semar, goa sumur, dan goa jaran.
  • Batu Pandang Ratapan Angin
  • Air Terjun Sikarim
  • Telaga Cebong
  • Bukit Sikunir
  • Puncak Teletubbies Gunung Prau
  • Telaga Merdada
  • Kawah Sikidang
  • Kawah Candradimuka
  • Sumur Jalatunda

Aktivitas Pertanian Di Dataran Tinggi Dieng

Selain menjadi destinasi wisata, Dieng juga merupakan daerah penghasil sayuran dengan tanaman kentang sebagai komoditas utama. Selain itu, beberapa jenis sayur yang sering dijadikan sebagai tanaman penyela adalah kubis dan wortel. Selain tanaman sayuran, Dataran Tinggi Dieng juga dikenal dengan produk khasnya, yaitu Carica dan Purwaceng. Dua komoditas tersebut merupakan komoditas paling langka dan jarang ditemui di daerah lain. Namun sayangnya, tingginya akitvitas pertanian di Dieng mengakibatkan terjadinya penggundulan hutan besar-besaran untuk dikonversi sebagai lahan pertanian.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Dieng

Rabu, 02 September 2015

Candi Dieng

Candi Dieng merupakan warisan sejarah yang berada di wilayah dataran tinggi Dieng, di ketinggian kurang lebih 2000 meter di atas permukaan laut. Candi-candi di dataran tinggi Dieng merupakan peninggalan Hindu, beraliran Syiwa yang diperkirakan dibangun oleh beberapa generasi, yaitu sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi. Diduga Candi Dieng merupakan candi tertua di Pulau Jawa, dan hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti tertulis yang mampu mengungkap sejarah keberadaannya. Namun begitu, beberapa penulis dan pakar sejarah menyimpulkan bahwa Candi Dieng menjadi tonggak perkembangan peradaban di Pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya.

Sejarah Candi Dieng

Diperkirakan Candi Dieng dibangun atas perintah raja-raja dari Wangsa Sanjaya, salah satu wangsa terbesar di Pulau Jawa yang mencapai puncak kejayaannya pada jaman Majapahit. Beberapa ahli berpendapat bahwa candi Dieng dibangun melaui dua tahap yaitu tahap pertama berlangsung di akhir abad ke-7 Masehi hingga seperempat abad ke-8 Masehi. Sedangkan tahap kedua berlangsung sekitar abad ke-8 Masehi hingga abad ke-13 Masehi. Berdasarkan dari bentuknya, diperkirakan beberapa candi yang dibangun pada tahap pertama merliputi Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi dan Candi Gatutkaca.

Meskipun prasasti tertua di Indonesia ditemukan di Kuta dan prasasti tertua di Pulau Jawa ditemukan di Bogor, ditepi sungai Ciaruteun, namun peninggalan arsitektural dan monumental (terbuat dari batu) baru dimulai pada abad ke-8 Masehi. Sehingga banyak ahli dan penulis yang meyakini bahwa Candi Dieng merupakan bangunan monumental pertama di Indonesia. Tak mengherankan jika dalam buku berjudul "Mata Air Peradaban", disebutkan bahwa Candi Dieng kemungkinan telah dibangun pada masa Kerajaan Holing atau Kaling. Lebih jauh lagi, dalam buku tersebut diungkapkan bahwa Dieng memiliki peran penting dalam konstelasi sosial politik yang signifikan.

Candi Dieng

Segi Lokasi Candi Dieng

Dari segi lokasi, pembangunan candi-candi di Dieng telah memenuhi ketentuan dan aturan yang telah digariskan dalam kitab-kitab Vastusastra. Ada beberapa kitab Vastusastra, antara lain Manasara, Silpa-prakasa, dan Visnudhamottaram. Terutama jika mengacu pada kitab Manasara, pembangunan Candi Dieng telah memenuhi hampir semua ketentuan dan aturan, diantaranya adalah berada di pegunungan atau puncak bukit, hutan, mata air (Tuk Bima Lukar), dan telaga (Bale kambang). Konon, kriteria tempat seperti itu menjadi kesenangan para dewa. Pembangunan candi di wilayah pegunungan dimaksudkan agar candi-candi tersebut memiliki kedekatan dengan "puncak", yang diinterpretasikan sebagai pusat kosmis sekaligus kahyangan para dewa.

Candi Dieng

Arsitektur Candi Dieng

Diperkirakan sebelum abad ke-8 Masehi, kemungkinan bangunan-bangunan terbuat dari bahan ringan, seperti kayu dan bambu. Bangunan dari bahan ringan tersebut ada di kompleks percandian Dieng, yakni di Situs Darmasala. Diperkirakan bangunan dari bahan kayu atau bambu pernah dibangun di atas bangunan profan yang saat ini sudah hancur, tinggal pondasi dan umpak-umpak saja.

Secara arsitektural, Candi Dieng memperlihatkan tipe ideal budaya peralihan, yakni peralihan dari bangunan berbahan kayu ke bangunan berbahan batu. Selain itu, peralihan juga tampak pada gaya arsitekturnya, yaitu dari arsitektur India ke gaya lokal. Candi-candi yang dibangun pada masa klasik awal secara sepintas tampak seperti bangunan candi di India. Namun, jika dilihat lebih detil akan tampak beberapa perbedaan. Candi-candi klasik awal lebih berkesan tambun dan kekar, serta detail hiasannya berbeda. Arsitektu bangunan seperti itu bisa dilihat pada Candi Semar, Candi Gathotkaca, dan Candi Dwarawati. Ruang utama candi (garbhagrha) terdapat di pusat bangunan atau halaman.

Sedangkan candi-candi pada masa klasik akhir sudah menunjukkan perbedaan yang nyata dengan gaya arsitektur India. Candi pada masa klasik akhir ini lebih berkesan ramping, karena atapnya menjulang tinggi ke atas. Garbhagrha tidak terdapat di pusat bangunan, tetapi agak bergeser ke belakang.

Melihat adanya perbedaan yang cukup nyata pada gaya arsitektur Candi Dieng yang menunjukkan prototipe candi pada masa klasik awal dan klasik akhir, serta adanya bekas-bekas bangunan dari bahan ringan, tentunya candi-candi di wilayah Dieng tidak dibangun oleh satu generasi saja.

Candi Dieng

Penemuan Candi Dieng

Meskipun sudah dibangun ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, namun Candi Dieng baru ditemukan kembali pada tahun 1814. Saat itu, seorang tentara Inggris sedang berwisata ke dataran tinggi Dieng dan melihat beberapa candi yang terendam air telaga. Penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan upaya pengeringan air telaga, dilakukan pada tahun 1856 dan dipimpin oleh Van Kinsbergen. Beberapa tahun kemudian, yakni pada 1864, pemerintah Hindia Belanda melakukan pembersihan di area candi, yang kemudian dilanjutkan pencatatan dan pengambilan gambar oleh Van Kinsbergen.

Candi Dieng

Candi-Candi Di Dieng

Candi-candi di Dieng terbagi dalam tiga kelompok dan satu candi yang berdiri sendiri. Ketiga kelompok tersebut adalah kelompok candi Arjuna, Gathotkaca, dan Dwarawati. Sedangkan satu candi yang berdiri sendiri adalah Candi Bima, yang berada di salah satu bukit. Pemberian nama Candi Dieng berdasarkan tokoh-tokoh pada cerita wayang dari kitab Mahabarata. Berikut beberapa candi yang ada di Dieng.
  • Kelompok Candi Arjuna
    • Candi Arjuna
    • Candi Semar
    • Candi Srikandi
    • Candi Sembadra
    • Candi Puntadewa
  • Kelompok Gatutkaca
    • Candi Gatutkaca
    • Candi Setyaki
    • Candi Nakula
    • Candi Sadewa
    • Candi Petruk
    • Candi Gareng
  • Kelompok Dwarawati
    • Candi Dwarawati
    • Candi Abiyasa
    • Candi Pandu
    • Candi Margasari
  • Candi Bima

Referensi :

http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-jawa_tengah-candi_dieng