Tampilkan postingan dengan label Wisata Dieng Plateau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Dieng Plateau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2016

SEJARAH DIENG

Dieng merupakan kawasan yang menyimpan berjuta daya tarik dan menawarkan pesona alam yang menakjubkan. Memang, tak hanya keelokan panoramanya yang menjadi eksklusifitas Dieng, namun runtutan peristiwa historis dengan peninggalan-peninggalan purbakala yang ditemukan di Dieng juga menjadi daya tarik yang tak pernah ada habisnya untuk diperbincangkan.

Tatkala menyibak berbagai hal tentang Dieng, kita akan melintasi lorong waktu yang begitu panjang, melihat pada untaian peristiwa yang sangat rumit, dan dihadapkan pada bentangan lembar sejarah yang tak berujung, dimana di dalamnya terjadi berbagai fenomena alam, dinamika politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang sangat melelahkan. Sebuah perjalanan historis yang pada akhirnya membentuk mentalitas, baik bagi penghuninya maupun masyarakat pada umumnya.

Ya, dari sinilah kita akan melihat bagaimana mata air peradaban mulai mengalir dan berubah menjadi arus kemajuan jaman dewasa ini. Meskipun belum lengkap bukti-bukti tertulis dan peninggalan historis lain yang mampu menyingkap misteri tentang Dieng, setidaknya kita dapat memperkirakan dan berimajinasi jauh ke masa lampau, bahwa Dataran Tinggi Dieng merupakan satu kawasan yang memegang peran penting dalam perkembangan sejarah Indonesia.

SEJARAH DIENG

Para ahli sejarah dan arkeolog banyak yang berpendapat bahwa Dataran Tinggi Dieng telah dijelajahi oleh manusia semenjak 2000 tahun lalu atau bahkan lebih. Dimungkinkan bertepatan dengan migrasi besar-besaran orang-orang Keling (India) ke tanah Jawa.

Peristiwa tersebut disimbolkan dalam sebuah mitos yang mengisahkan pemindahan kahyangan para Dewa dari Gunung Meru di Jambudwipa (Himalaya) ke Dieng. Inilah awal mula nama Dieng muncul, dalam sebuah cerita mistis yang menggambarkan Batara Guru, dikenal juga dengan sebutan Sang Hyang Jagadnata, yang diidentifikasi sebagai seorang brahmana atau penguasa di daerah Jambudwipa, memindahkan kahyangan para Dewa ke Dieng. Dan sejak saat itu, sebagaimana ungkapan Dennys Lombard dalam karyanya yang berjudul NUSA JAWA, Dieng ditetapkan sebagai Pingkalingganing Buwana.

Ya, nama Dieng memang berasal dari dua kata dalam bahasa Sanskerta, yaitu Ardhi yang berarti Gunung, dan Hyang yang berarti Dewa. Tak mengherankan jika Dieng dikenal juga dengan sebutan Negeri Para Dewa.

Terlepas dari kebenaran mitos tersebut, Dieng tetap menjadi satu kawasan eksklusif. Jika kita melihat peta pulau Jawa, dan menarik garis diagonal dari ujung barat di sisi utara hingga ujung timur di sisi selatan Pulau Jawa, maka kita akan melihat bahwa Dataran Tinggi Dieng tepat berada di tengah-tengahnya. Bisa dibayangkan, kecermatan perhitungan yang luar biasa, tanpa teknologi secanggih saat ini, ribuan tahun silam sudah mampu menentukan sebuah titik lokasi yang strategis untuk menyebarkan peradaban.

Tentu saja hal ini semakin mempertegas betapa hebatnya kemampuan leluhur kita dalam memilih Dieng sebagai Pingkalingganing Buwana sekaligus Kahyangan Para Dewa. Artinya, Dataran Tinggi Dieng menjadi gunung yang disucikan atau ditasbihkan kesuciannya oleh para Dewa sejak ribuan tahun silam. Inilah salah satu alasan, mengapa pada masa-masa mendatang Dieng akan menjadi kawasan yang selalu diburu oleh banyak orang.

Migrasi besar-besaran bangsa Keling, diperkirakan dilakukan dengan perencanaan yang matang selama bertahun-tahun, disebabkan karena beberapa hal, seperti serbuan para pengembara Hun dari padang rumput Eurasia serta desakan dan pengaruh Helenisasi dari Yunani, pada masa pengelanaan Alexander The Great.

Informasi lain, seperti Kitab Paramayoga karya Pujangga R. Ng. Ranggawarsita, mengisahkan bahwa kepindahan Sang Hyang Jagadnata (Syiwa) ke Tanah Jawa berkaitan dengan konsep kenabian Isa.

Salah satu keturunan Sang Hyang Jagadnata adalah Ajisaka, seorang tokoh yang memperkenalkan Aksara Jawa dan tertib sosial kepada pribumi. Dalam Serat Niti Sastra Kawi, Serat Paramayoga, dan Serat Pustaka Raja Purwa, dimana ketiga serat tersebut disesuaikan dengan Serat Juz Al Gubet dan Serat Miladuniren yang beredar di Turki, terdapat informasi yang menyebutkan bahwa pertama-tama Ajisaka datang ke Tanah Jawa, ia bertapa terlebih dahulu di Pegunungan Dieng yang telah ditasbihkan kesuciannya oleh Sang Hyang Jagadnata sebagai Pingkalingganing Buwana.

Kompleks candi-candi di Dieng dibangun pada abad ke 7-8 Masehi, pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga, dengan Ratu yang sangat fenomenal dalam sejarah kita, yakni Ratu Sima. Harus diakui bahwa kompleks percandian Dieng merupakan bukti kebesaran Wangsa Jawa pada waktu itu, yang kemudian disusul munculnya Dinasti Sanjaya dan Syailendra yang berkuasa di Jawa beberapa abad kemudian.

Rabu, 06 April 2016

INFORMASI LENGKAP DIENG CULTURE FESTIVAL (DCF) 2016

Dieng Culture Festival 2016 yang kemudian lebih populer dengan sebutan DCF 2016 diselenggarakan pada tanggal 5-7 Agustus 2016. Dalam event tersebut, pengunjung akan dihibur berbagai acara pertunjukan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Dieng Culture Festival 2016 ini dikemas dalam konsep yang agak berbeda, terutama dalam pemilihan kegiatan pendukung, seperti Scooter Fun Tracking dan Maiyahan yang akan menampilkan Cak Nun dan Kyai Kanjeng. Lihat Dieng Culture Festival untuk melihat gambaran umum tentang event tersebut.

Pada event Dieng Culture Festival kali ini, pengunjung benar-benar akan diajak terlibat dalam berbagai kegiatan, sekaligus menemukan berbagai hal baru dari rangkaian event ini. Ragam acara tersebut akan dibuka pada tanggal 5 Agustus 2016, oleh Gubernur Jawa Tengah, Bp. Ganjar Pranowo, di panggung utama yang berlokasi di sebelah timur Kompleks Candi Arjuna.

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan pertunjukan musik Kyai Kanjeng bersama MH Ainun Najib, atau dikenal Cak Nun (meskipun masih dalam proses konfirmasi). Pertunjukan pembukaan ini akan berakhir pada pukul 17.00 WIB.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati pesona sunset di Dataran Tinggi Dieng, bisa menuju ke Batu Pandang Ratapan Angin, salah satu ikon baru di kawasan wisata Dieng. Di tempat inilah wisatawan bisa menikmati keindahan dua telaga kembar (Telaga Warna dan Telaga Pengilon) dari ketinggian, sembari menunggu momen yang tak kalah eksotisnya, saat Raja Siang secara perlahan ditelan perut bumi. Semburat warna kuning keemasan akan tampak menghiasi langit di bentangan garis cakrawala kawasan Dieng Pateau.

Setelah menikmati Sunset Dieng dari Batu Pandang Ratapan Angin, pengunjung bersiap untuk menyaksikan pertunjukan spektakuler Jazzatasawan, yang akan digelar di panggung utama. Pertunjukan tersebut akan dimulai pada pukul 20.00 dengan menampilkan sejumlah musisi jazz papan atas dari seluruh tanah air. Sensasi yang luar biasa, bisa menikmati musik jazz dengan berselimut udara dingin, berkisar antara 2-5 derajat Celcius. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Pagi harinya, wisatawan bisa menikmati pesona sunrise dari berbagai bukit atau gunung-gunung kecil di kawasan Dieng. Beberapa lokasi yang bisa dipilih antara lain SIKUNIR dengan pesona Golden Sunrisenya, Bukit Pakuwaja, Gunung Prau, atau Bukit Pangonan. Sangat disarankan untuk berangkat lebih awal dari penginapan, agar tidak terjebak macet, yakni antara pukul 02.00-03.00 WIB.

Setelah puas dengan pesona Sunrise di Dieng, pengunjung bisa kembali ke penginapan, atau jalan-jalan di sekitar kampung (start dan finish di Pendopo Soeharto-Withlam), sembari menunggu penerbangan ribuan balon dan minum purwaceng bersama-sama. Panitia telah menyediakan doorprize untuk peserta jalan santai.

Menikmati wisata alam di berbagai objek wisata Dieng memang sangat menyenangkan, seperti Telaga Warna, Kawah Sikidang, Bukit Sidengkeng, dll. Terlebih lagi pengunjung akan dihibur pertunjukan seni tradisional yang akan dipentaskan di beberapa lokasi. Ya, tanggal 6 Agustus 2016 panitia Dieng Culture Festival 2016 telah mempersiapkan sejumlah pertunjukan seni tradisional yang akan dipentaskan sepanjang hari.

Dieng Culture Festival (DCF)

Malam harinya pada pukul 20.00 wisatawan bisa menikmati pertunjukan musik akustik dan stand up comedy. Nikmati suasana malam yang paling romantis, sembari mengocok perut Anda dengan guyonan para penampil Stand Up Comedy. Pertunjukan ini sengaja di gelar untuk mengawali malam yang paling indah, dengan penerbangan seribu lampion secara bersama-sama. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk menerbangkan lampion sebelum ada aba-aba dari pembawa acara. Pada saat bersamaan, sejumlah musisi ternama akan melantunkan lagu untuk membuat suasana semakin meriah.

Selain lampion, pengunjung juga akan menyaksikan pesta kembang api, yang akan dinyalakan setelah penerbangan lampion selesai. Luar biasa, panitia Dieng Culture Festival telah mempersiapkan kurang lebih 15 ribu letusan kembang api untuk menghiasi langit Dataran Tinggi Dieng pada acara tersebut. Seluruh rangkaian acara ini rencananya akan selesai pada pukul 23.00 WIB.

Tanggal 7 Agustus 2016 merupakan puncak acara Dieng Culture Festival. Inilah saat yang paling dinanti-nantikan puluhan ribu wisatawan dari berbagai penjuru tanah air, yakni Ruwatan Rambut Gembel atau ritual cukur gembel. Ya, kawasan Dataran Tinggi Dieng memang dikenal memiliki keunikan tersendiri, yaitu anak-anak berambut gimbal.

Acara Ritual Cukur Gembel akan dimulai pada pukul 06.00 dengan Kirab Budaya dari rumah pemangku adat, Mbah Naryono. Khusus untuk acara Kirab Budaya, panitia Dieng Culture Festival membuka kesempatan bagi pengunjung untuk terlibat dengan pakaian adat masing-masing. Namun peserta hanya dibatasi sebanyak 80 orang. Oleh karena itu, bagi yang berminat terlibat dalam Kirab Budaya, diminta untuk mendaftar ke panitia lebih awal.

Acara dilanjutkan dengan jamasan rambut gembel di kompleks Darmasala sebelum acara pemotongan rambut di Komples Candi Arjuna. Sejumlah anak berambut gimbal akan dipotong rambutnya oleh tokoh yang telah ditunjuk. Acara ritual pemotongan rambut ini akan dipimpin oleh Mbah Naryono selaku pemangku adat. Rangkaian kegiatan ruwata rambut gembel ini akan diakhiri dengan pelarungan rambut di Telaga Warna.

Bersamaan dengan dilaksanakannya Ritual Cukur Gembel, dipanggung budaya digelar pementasan wayang kulit yang secara khusus ditujukan untuk ritual, dan berbagai pertunjukan seni tradisi.

Susunan Acara Dieng Culture Festival 2016


5 Agustus 2016
  • 14.00 WIB
    Pembukaan, oleh Gubernur Jawa Tengah
  • 15.00
    Maiyahan, Kyai Kanjeng
  • 20.00
    JAZZATASAWAN

6 Agustus 2016
  • 02.00
    Berburu Sunrise Dieng Plateau
  • 07.00
    Jalan santai dan pembagian doorprize, dilanjutkan penerbangan balon
  • 09.00
    Purwaceng Party
  • 10.00
    Parade Seni Budaya
  • 19.30
    Fireworks & Skylanterns

7 Agustus 2016
  • 06.00
    Kirab Budaya (Iring-iringan pengantar anak bajang
  • 09.00
    Jamasan di kompleks Darmasala
  • 10.00
    Ruwatan Cukur Gembel
  • 13.30
    Larungan di Telaga Warna

Dapatkan paket spesial OPEN TRIP DIENG CULTURE FESTIVAL 2016.

Selasa, 05 April 2016

Dieng Culture Festival (DCF)

Dieng Culture Festival atau lebih dikenal dengan sebutan DCF, merupakan moment tahunan yang dinanti-nantikan oleh wisatawan di seantero negeri. Acara yang digelar setiap tahun ini pada intinya bertujuan untuk mempromosikan Dataran Tinggi Dieng sebagai destinasi wisata, melalui rangkaian berbagai macam kegiatan, seperti do’a bersama, pertunjukan musik berkelas nasional, pagelaran seni tradisional, ruwatan cukur gembel, dan diselingi acara-acara pendukung lain.

Melalui event yang dikemas sangat spektakuler ini, diharapkan industri pariwisata Dieng bisa mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Di sinilah wisatawan bisa melihat langsung perpaduan yang luar biasa dari potensi keindahan alam yang begitu eksotis, peninggaan historis yang agung, adat-istiadat, seni dan budaya masyarakat Dieng. Event Dieng Culture Festival, bukan sekedar ajang promosi sektor pariwisata saja, akan tetapi juga untuk menumbuhkan kepedulian bagi masyarakat umum akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal.

Dieng Culture Festival (DCF)

Rangkaian kegiatan Dieng Culture Festival

Dari tahun ke tahun event Dieng Culture Festival selalu menghadirkan rangkaian kegiatan yang bervariasi, sehingga wisatawan tidak jenuh dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat monotone. Inilah salah satu daya tarik bagi wisatawan di berbagai penjuru untuk berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Setiap acara memang sengaja dikemas sangat luar biasa, sehingga bisa menghadirkan pertunjukan yang spektakuler bagi setiap orang. Berikut beberapa acara inti yang biasa digelar dalam event Dieng Culture Festival (DCF) setiap tahunnya.

  • Do’a bersama
  • Pertunjukan musik Jazz (Jazz Di Atas Awan)
  • Pesta Lampion
  • Pagelaran seni tradisional
  • Ritual Cukur Rambut Gimbal

Setiap acara yang digelar mendapatkan respon yang luar biasa dari para pengunjung. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme wisatawan yang sudah memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Selain itu, Anda akan menyaksikan bagaimana berjubalnya wisatawan di Dataran Tinggi Dieng saat acara tersebut diselenggarakan.

Lihat selengkapnya rangkaian acara Dieng Culture Festival 2016. Atau Dapatkan paket spesial OPEN TRIP DIENG CULTURE FESTIVAL 2016.

Senin, 04 April 2016

Rambut Gimbal Anak-anak Dieng

Saat berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng sering kali kita menjumpai beberapa anak berambut gimbal, orang Dieng menyebutnya dengan istilah "Rambut Gembel". Fenomena rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng memang menjadi hal menarik untuk diperbincangkan, pasalnya "Rambut Gembel" pada anak-anak Dieng menyimpan misteri dan mitos yang diyakini oleh masyarakat setempat.

Belum ada penelitian ilimiah terhadap rambut gembel anak-anak Dieng, namun justru hal itulah yang menjadi daya tarik bagi banyak wisatawan, dengan tetap terpeliharanya kearifan dan tradisi lokal, Ruwatan Cukur Gembel, yaitu tradisi yang berlaku turun temurun di kawasan Dieng untuk mencukur rambut anak-anak gembel, sehingga Si anak akan terbebas dari segala kesialan atau kutukan.

Anak-anak berambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng tidak disebabkan karena faktor pemeliharaan rambut, misalnya malas keramas, atau tidak pernah menyisir rambut. Gembel pada anak-anak di Dieng juga berbeda dengan mode rambut gimbal yang sengaja dibuat. Konon, setiap orang yang memiliki garis keturunan Dieng berpotensi memiliki rambut gembel.

Ada beberapa tipe rambut gembel, yaitu gembel pari, yaitu gembel yang berukuran paling kecil seperti padi; gembel jagung, yaitu gembel seperti rambut jagung; gembel jatah, yaitu gembel yang hanya beberapa helai; dan gembel wedhus, yaitu gembel yang berukuran paling besar seperti domba. Tipe gembel wedhus paling banyak dijumpai diantara anak-anak berambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng.

Rambut Gimbal

Rambut gimbal tersebut tidak terjadi semenjak lahir, pada umumnya akan muncul saat anak berumur satu hingga tiga tahun. Diawali dengan kondisi kesehatan anak yang mudah sakit-sakitan dengan suhu badan sangat tinggi, bahkan beberapa diantaranya sempat dirawat di rumah sakit. Suhu badan akan berangsur turun dan kesehatan berangsur pulih seiring dengan tumbuhnya rambut gimbal. Setelah rambut gimbal tumbuh panjang, kondisi kesehatan anak akan pulih seperti sedia kala, bahkan beberapa diantaranya memiliki ketahanan tubuh yang jauh melebihi anak-anak normal.

Anak-anak gembel di kawasan Dieng ini memiliki karakter dan kepribadian spesifik, misalnya lebih sensitif, lebih agresif, dan cenderung menjadi pemimpin diantara teman-teman sepermainannya. Terhadap anak-anak berambut gimbal ini, masyarakat Dieng meyakini bahwa mereka merupakan titipan dari Ratu Kidul, serta titisan dari Eyang Kaladete bagi anak gembel laki-laki dan Nini Ronce Kala Prenya bagi anak gembel perempuan.

Konon, Kyai Kaladete dan istrinya, Nini Ronce Kala Prenye, mendapatkan wangsit dari Ratu Kidul, bahwa mereka berdua ditugaskan untuk membawa masyarakat Dieng menuju kesejahteraan. Indikasi bahwa masyarakat Dieng sudah memperleh kesejahteraan adalah munculnya anak-anak berambut gimbal. Oleh karena itulah, warga Dieng meyakini bahwa jumlah anak-anak gembel berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Dieng. Semakin banyak anak-anak berambut gimbal, maka tingkat kesejahteraan masyarakat Dieng semakin tinggi.

Setidaknya mitos seperti itulah yang sampai saat ini masih berkembang dan diyakini oleh masyarakat Dieng. Tak mengherankan jika semua keinginan anak-anak berambut gimbal merupakan keinginan sakral yang harus dipenuhi, baik oleh orang tuanya maupun masyarakat. Keinginan yang sangat kuat dari anak-anak berambut gimbal ini akan diwujudkan bersamaan dengan upacara pemotongan rambut gimbalnya, atau warga setempat menyebutnya Ruwatan Cukur Gembel.

Jika pemotongan rambut gimbal tidak dilakukan melalui upacara atau ruwatan, maka rambut gimbalnya akan tumbuh lagi, dan kondisi kesehatan anak akan lebih buruk, mudah sakit-sakitan. Selain itu, orang tua Si anak juga akan mendapatkan kesialan terus menerus. Oleh karena itulah, tradisi Ruwatan Cukur Gembel masih terus dilakukan hingga saat ini.

Upacara pemotongan rambut gembel biasanya dilakukan di kompleks Candi Arjuna, Telaga Warna, atau tepi Telaga Cebong di basecamp Sikunir. Acara ruwatan rambut gembel ini disertai dengan beberapa sesaji. Setelah proses pemotongan, rambut Si anak gembel akan dilarung di Telaga Warna, yang berhulu di pantai selatan. Pelarungan rambut gembel ini merupakan simbol dari pengembalian bala atau kesialan kepada Ratu Kidul atau Dewa.

Jumat, 27 November 2015

Pesona Tersembunyi Di Kawasan Wisata Dieng

Datarang Tinggi Dieng memang dikenal sebagai kawasan yang memiliki berjuta pesona dan daya tarik bagi wisatawan. Perpaduan keindahan alam yang begitu eksotis, warisan budaya adiluhung, dan peninggalan sejarah yang sangat berharga bagi perkembangan peradaban di tanah air.

Ya, kawasan wisata Dieng telah diakui oleh banyak wisatawan sebagai daerah yang memiliki keindahan alam luar biasa. Berbagai spot menarik bisa dijadikan pilihan untuk memanjakan mata dengan keagungan lukisan Illahi.

Salah satu spot yang layak untuk dijelajahi adalah Batu Pandang Ratapan Angin, yaitu sebuah bukit di sebelah selatan Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Objek wisata ini benar-benar menyuguhkan pemandangan langka, benar-benar mampu memikat hati setiap orang yang memandangnya.

Kawasan Wisata Dieng

Hampir setiap wisatawan yang mengunjungi bukit di dekat area Dieng Plateau Theater ini berdecak kagum begitu melihat keindahan alam yang terbentang di depan mata. Bisa dikatakan Batu Pandang Ratapan Angin merupakan mutiara tersembunyi di kawasan wisata Dieng Plateau.

Untuk menuju ke lokasi wisata ini, bisa melalui jalur dari Dieng Plateau Theater. Di pintu masuk area parkir DPT, terdapat petunjuk jalan menuju ke Batu Pandang Ratapan Angin. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit berjalan santai untuk mencapai lokasi.

Kawasan Wisata Dieng

Menyusuri jalan setapak dengan tebing-tebing batu di sekelilingnya, merupakan satu perjalanan yang luar biasa. Mengambil foto-foto berlatarbelakang tebing-tebing batu sangat besar merupakan keasyikan tersendiri. Jalur menuju ke objek wisata tersembunyi di kawasan wisata Dieng ini memang memiliki keindahan panorama yang sangat memukau.

Memang perjalanan harus ditempuh dengan sedikit tambahan energi, karena medan yang agak menanjak. Namun Anda tak perlu khawatir, semua kelelahan akan terbayar begitu tiba di puncak bukit.

Tiba di puncak bukit, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang benar-benar mengagumkan. Pesona Telaga Warna dan Telaga Pengilon, tampak seperti dua telaga kembar yang sangat elok. Dua telaga yang berada di sebuah lembah, dikelilingi oleh perbukitan nan hijau, tampak benar-benar memanjakan mata memandang. Dijamin setiap wisatawan akan mengekspresikan kekagumannya terhadap mahakarya Tuhan yang luar biasa ini.

Puas dengan pemandangan dua telaga dari berbagai spot, kini alihkan sesaat pandangan Anda ke sisi barat. Ya, Gunung Pakuwaja tampak begitu kokoh turut menghiasi panorama di sekitar Batu Pandang Ratapan Angin.

Ambil dokumentasi perjalanan Anda dari berbagai spot, pengalaman liburan yang benar-benar langka dengan pemandangan spektakuler yang menghampar di depan mata. Dari sinilah Anda bisa menyaksikan keagungan Negeri Di Atas Awan, dan menyaksikan aura Kawasan Wisata Dieng yang bergunung-gunung, layak jika disebut sebagai Negeri Para Dewa.

Jumat, 20 November 2015

Amazing, Golden Sunrise Sikunir

Golden Sunrise Sikunir bagitu menggema dalam dunia pariwisata Indonesia. Pemandangan matahari terbit yang diklaim sebagai sunrise terbaik di Indonesia ini memang sangat fenomenal. Ya, didukung dengan berbagai potensi wisata alam di kawasan Dataran Tinggi Dieng, nama Sikunir kini begitu populer, dan menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia.

Menyaksikan keindahan lukisan Ilahi dari Bukit Sikunir memang tidak akan pernah bosan. Setiap kali datang, pengunjung akan disuguhi pemandangan dengan suasana alam yang berbeda-beda. Musim hujan, kemarau, bahkan ketika musim kabutpun Sikunir masih menyajikan pesona alam yang begitu eksotis.

Sikunir
Berburu Sunrise Di Bukit Sikunir

Dengan fenomena alam yang berbeda-beda itulah Sikunir menjadi primadona bagi banyak wisatawan. Tak mengherankan jika banyak pengunjung yang sudah datang berulang kali ke Bukit Sikunir tetapi masih penasaran dengan berbagai keajaiban di sana.

Sikunir
Berburu Sunrise Di Bukit Sikunir

Saat cuaca terang dan cerah, Anda akan melihat pesona Golden Sunrise yang luar biasa. Warna merah berawal dari sebuah titik di ufuk timur, semakin lama tampak membesar dengan bentuk bulat, merupakan atraksi alam yang dinanti-nantikan. Dengan latar belakang Gunung Sindoro, Merbabu, dan Sumbing di sisi timur, membuat panorama semakin bertambah elok.

Sikunir
Golden Sunrise Sikunir

Terlebih lagi jika Anda datang saat kabut berada tepat di bawah bukit, tentu decak kagum akan keluar dari setiap pengunjung yang datang menyaksikan kebesaran lukisan Tuhan. Tak jarang bersamaan dengan munculnya sang mentari di ufuk timur, para pengunjung berteriak histeris mengekspresikan kekaguman atas fenomena alam ini.

Tak hanya menyuguhkan pesona pemandangan memukau di saat cuaca cerah, pada musim hujan dan berkabut pun Sikunir masih mempertontonkan keindahannya. Dalam suasana yang berbalut mistis, berlatarbelakang alam yang bergunung-gunung, tentu menjadikan daya tarik tersendiri.

Begitu banyak untaian kata untuk menggambarkan keindahan alam di Bukit Sikunir. Sebuah kalimat yang paling tepat untuk mengekspresikan keindahan itu adalah, "Amazing Golden Sunrise Sikunir".

Rabu, 18 November 2015

Berburu Sunrise Di Sikunir Dieng

Nama Sikunir memang sedang melambung dalam dunia pariwisata Indonesia, menjadi trending topik di berbagai kalangan dengan pesona Golden Sunrisenya. Hadirnya Sikunir sebagai destinasi wisata baru memberikan pengaruh sangat besar terhadap perkembangan pariwisata Dieng.

Dataran Tinggi Dieng memang menyimpan pesona keindahan alam yang masih tersembunyi. Beberapa tahun lalu industri pariwisata Dieng mengalami kelesuan dengan kemerosotan kunjungan wisatawan yang cukup tinggi. Semenjak munculnya Bukit Sikunir yang menawarkan keindahan matahari terbit, berbagai potensi tersembunyi di Kawasan Wisata Dieng mulai terkuak.

Bukit Sidengkeng dan Batu Pandang Ratapan Angin merupakan dua tempat wisata baru yang saat ini sedang naik daun. Kedua tempat tersebut merupakan spot terbaik untuk menikmati pesona keindahan Telaga Warna dan Telaga Pengilon.


Sunrise Sikunir
Berburu Sunrise Di Bukit Sikunir

Terlepas dari berbagai keindahan tersembunyi di Dataran Tinggi Dieng, Bukit Sikunir merupakan fenomena untuk dikunjungi Tak pelak lagi banyak wisatawan dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara yang merasa penasaran dengan Golden Sunrise yang menggema di Bukit Sikunir.

Sunrise Sikunir
Berburu Sunrise Di Bukit Sikunir

Banyak keunggulan yang dimiliki Sikunir, selain pemandangan eksotis Golden Sunrisenya, juga akses yang cukup mudah dan jalur tracking yang tidak terlalu sulit untuk ditaklukkan, sehingga terjangkau oleh wisatawan dari berbagai kalangan.

Sunrise Sikunir
Golden Sunrise Sikunir

Ya, akses menuju Bukit Sikunir memang cukup mudah, hanya beberapa menit dari kawasan wisata Dieng menuju ke basecamp. Lokasi basecamp dan area parkir yang berada tepat di kaki bukit, kurang lebih di ketinggian 2.200 mdpl, semakin memudahkan wisatawan yang ingin berburu pemandangan Golden Sunrise terindah di Indonesia.

Untuk menjangkau ke puncak Sikunir, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit melalui jalur tracking yang mudah dilalui, Tidak terlalu berat untuk tiba di puncak Sikunir, meskipun harus melalui pendakian yang sedikit menguras tenaga, namun jalur yang dilalui tela dipersiapkan sedemikian rupa.

Tak khayal lagi, dengan keunggulan akses jalur yang harus dilalui, Bukit Sikunir menjadi primadona baru sebagai tempat wisata alam menarik. Penasaran dengan keindahan sunrise di Puncak Sikunir, hubungi kami untuk mempersiapkan segala kebutuhan dan akomodasi Anda

Sabtu, 31 Oktober 2015

Pesona Sunset Di Batu Pandang Ratapan Angin Dieng

Tak hanya menawarkan pemandangan Golden Sunrise yang spektakuler di Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng juga memiliki pesona sanset yang luar biasa, yakni di Batu Pandang Ratapan Angin, sebuah lokasi di sebelah selatan Telaga Warna. Ya sajian pemandangan yang sangat memukau tatkala Anda berada di Dieng.

Batu Pandang Ratapan Angin adalah sebuah bukit di sebelah selatan Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati pesona telaga warna dan telaga pengilon dari ketinggian. Ya, kedua telaga tersebut dikelilingi oleh perbukitan tampak begitu elok. Tak mengherankan jika banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut pada pagi hari, saat sinar matahari belum begitu terik.

Dengan topografi berbatu dan bertebing curam, Batu Pandang Ratapan Angin menjadi spot yang banyak diburu oleh wisatawan. Namun, tempat wisata ini tak hanya menyuguhkan pesona pemandangan telaga warna yang tampak begitu cantik pada pagi hari, tetapi juga sajian panorama sunset yang sangat eksotis.

Batu Pandang Ratapan Angin Dieng

Tim Calya Wisata mencoba membuat trip ke Batu Pandang Ratapan Angin pada sore hari, menemani sejumlah wisatawan domestik dan dua orang wisatawan asing, menjajal berburu momentum paling langka dari belahan bumi manapun. Ya, perjalanan kami tidaklah sia-sia, meskipun pemandangan area telaga sudah agak tertutup kabut, namun sensasi memukau matahari terbenam benar-benar menghadirkan kepuasan yang tak terkira.

Pesona Sunset Di Batu Pandang Ratapan Angin

Luar biasa, spot yang sangat ideal untuk menikmati pesona sunset di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tak kalah spektakulernya dengan Golden Sunrise Sikunir. Penasaran dengan pesona pemandangan di Kawasan Wisata Dieng? Hubungi kami untuk menemani perjalanan Anda.

Senin, 19 Oktober 2015

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Nama Dataran Tinggi Dieng mungkin sudah menggema di seantero negeri yang dikenal juga dengan istilah Kahyangan Para Dewa atau Negeri Di Atas Awan. Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng adalah sebuah bentangan permukaan alam di wilayah Dataran Tinggi Dieng yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan aspek pariwisata. Kawasan wisata ini dikunjungi menjadi destinasi liburan banyak orang karena memang memiliki daya tarik yang cukup unik, yaitu perpaduan antara keindahan alam, budaya, dan peninggalan sejarah.

Secara administratif, sebagian besar Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara yang saat ini menjadi andalan pariwisata Jawa Tengah. Dataran Tinggi Dieng telah masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Jawa Tengah Tahun 2004 sebagai salah satu "Kawasan Andalan". Oleh karena itulah kawasan tersebut terus dikembangkan secara komprehensif.

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Semenjak munculnya Bukit Sikunir sebagai objek wisata di Dataran Tinggi Dieng, kegiatan pariwisata di kawasan tersebut semakin menggeliat. Tak heran jika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegera terus memacu pembangunan prasarana dan sarana secara terpadu, sehingga fasilitas dan daya dukung industri pariwisata lebih memadai.

Tidak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata, Dataran Tinggi Dieng juga berperan sebagai Kawasan Strategis dengan fungsi sebagai kawasan lindung. Untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata, Dataran Tinggi Dieng juga dipetakan menjadi dua kawasan, yaitu Kawasan Poros dengan objek wisata yang berperan sebagai ikon dan penggerak utama aktivitas pariwisata, serta Kawasan Jeruji, dengan objek wisata yang mendukung aktivitas pariwisata di Kawasan Poros.

Objek wisata yang saat ini sedang melambung adalah Sikunir dengan fenomena Golden Sunrise, menggema di seluruh nuasantara. Banyak wisatawan mengklaim bahwa Golden Sunrise Sikunir dengan perpaduan alam pegunungan yang begitu sempurna, menjadi fenomena sunrise terbaik di Nusantara.

Selain Sikunir, kawasan Telaga Warna juga kembali menggeliat, banyak diburu wisatawan dari berbagai daerah. Semenjak dibukanya Bukit Sidengkeng dan Batu Pandang Ratapan Angin, untuk menikmati pendangan spektakuler dua telaga kembar (Telaga Warna dan Telaga Pengilon), kawasan Telaga Warna kembali menarik minat para wisatawan.

Lihat ulasan lain tentang Dataran Tinggi Dieng.

Minggu, 20 September 2015

Rangkaian Acara Opentrip Gelar Budaya Babad Dieng

Even Gelar Budaya Babad Dieng dimulai tanggal 14-18 Oktober 2015. Untuk menghemat waktu liburan dan biaya perjalanan para wisatawan, kami menyelenggarakan Open Trip selama 4 hari 3 malam, dimulai tanggal 15 Oktober dan selesai tanggal 18 Oktober 2015. Untuk memberikan deskripsi lebih detail mengenai even tersebut, berikut kami berikan rangkaian acara Open Trip Gelar Budaya Babad Dieng.

Gelar Budaya Babad Dieng

Susunan Acara Opentrip Gelar Budaya Babad Dieng


15 Oktober 2015
  • 09.00
    Penjemputan di Meeting Point
    Lokasi : Yogyakarta/Purwokerto
  • 09.00 - 12.00
    Perjalanan ke Wonosobo
  • 12.00 - 13.00
    Istirahat dan Makan Siang
    Lokasi : Wonosobo
  • 13.00 - 14.00
    Melanjutkan perjalanan di Dieng
  • 14.00 - 15.00
    Pendaftaran Peserta Opentrip ke Pokdarwis Sembungan (Untuk Rute Sikunir)
    Lokasi : Desa Sembungan
  • 15.00
    Checkin penginapan
    Peserta disarankan istirahat, karena pendakian ke Bukit Sikunir dimulai jam 04.00 WIB
    Lokasi : Dieng
16 Oktober 2015
  • 03.00 - 04.00
    Persiapan pendakian Bukit Sikunir
  • 04.00 - 04.45
    Pendakian Bukit Sikunir
    Bagi yang beragama Islam, sholat subuh bisa dilakukan di atas bukit
  • 04.45 - 05.30
    Menanti kemunculan Golden Sunrise
    Lokasi : Puncak Bukit Sikunir
  • 05.30 - 07.00
    Berburu momentum sunrise paling Indah. Cari spot paling ideal untuk mengabadikan kunjungan Anda.
  • 07.00 - 08.00
    Bersantai sambil menikmati keindahan pemandangan dari puncak Sikunir. Berfoto-foto untuk mengambil gambar terbaik.
  • 08.00 - 08.30
    Peserta Opentrip turun ke basecamp
  • 08.30 - 09.00
    Menikmati minuman kopi/teh hangat
    Sarapan
    Menyaksikan pertunjukan Kesenian Tradisional
    Lokasi : Lapangan Desa Sembungan
  • 09.00 - 11.00
    Seminar dan sarasehan Budaya
    Lokasi : Suharto whitlem
  • 11.00 - 13.00
    Istirahat
    Makan siang
  • 13.00 - 15.00
    Pameran Benda-benda Pusaka
    Lokasi : Homestay Ratu
  • 15.00
    Kembali ke homestay dan istirahat
17 Oktober 2015
  • 07.00 - 08.00
    Sarapan
  • 08.00 - 09.00
    Menikmati pemandangan eksotis Telaga Warna saat pagi hari
  • 09.00 - 10.00
    Menyaksikan Film Dokumenter di Dieng Plateau Theater
  • 10.00 - 11.00
    Kawah Sikidang
  • 11.00 - 12.00
    Kompleks Candi Arjuna
  • 12.00 - 13.00
    Makan siang
  • 13.00
    Kembali ke homestay dan istirahat
    acara dilanjutkan malam hari
  • 18.00 - 18.30
    Pembukaan Tari Pendet dari Bali
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 19.30 - 21.00
    Opera Mahabarata (Sendratari Semar Mbangun kahyangan)
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 21.15 - 21.30
    Sendratari Ngupadi
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 21.30 - 22.00
    Doa bersama Lintas Agama
    Penyalaan Lentera 1001 Impian
    Penulisan Doa diatas Bambu dimasukan ke Gentong Besar 1001 Impian/angan
    (ditutup dengan tari Mahapati dari bali)
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
18 Oktober 2015
  • 10.00 - 10.30
    Sendratari Hangruwat
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 11.00 - 11.45
    Tradisi Momongi
    Kembul bujana dan Ngarap berkah Apem Dieng
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 11.45 - 12.00
    Sendratari Kidung Serayu
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 12.00 - 12.30
    Pembagian Hadiah Lomba
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya
  • 12.30 - 13.00
    Penutup
    Lokasi : Pendopo Eks Dieng Djaya

Kamis, 17 September 2015

Deskripsi Singkat Objek Wisata Dieng

Tak lengkap rasanya kunjungan Anda ke Dataran Tinggi Dieng jika tidak mengetahui bagaimana objek wisata di kawasan tersebut. Untuk membantu para traveler dalam menyusun agenda perjalanan, berikut kami sajikan Deskripsi Singkat Objek Wisata Dieng.

Telaga Menjer
Menikmati keindahan alam di telaga menjer. Telaga menjer merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat letusan Gunung Pakuwaja ribuan tahun silam. Wisatawan bisa berjalan-jalan mengitari telaga, menikmati suasana romantis di sekitar telaga, atau menyewa perahu berkeliling telaga.

Telaga Warna
Menikmati pemandangan unik Telaga Warna, salah satu telaga yang penuh mitos dan sangat kental dengan nuansa mistis. Di area wisata tersebut, pengunjung juga dapat melihat beberapa goa alam yang sering dijadikan sebagai tempat bertapa. Di dekat telaga warna, terdapat satu telaga lagi yang diberi nama Telaga Pengilon, dengan air sangat jernih bagaikan kaca.

Kawah Sikidang
Merupakan kawah paling unik di Dieng, kawah yang bisa berpindah tempat. Tak mengherankan jika masyarakat setempat memberinya nama Kawah Sikidang, bagaikan seekor kidang (rusa) yang melompat dari satu tempat ke tempat lain.

Kompleks Candi Arjuna dan Gathotkaca
Menurut buku Mata Air Peradaban, kompleks percandian Dieng merupakan candi tertua di Pulau Jawa, bahkan diduga tertua di Indonesia. Dari sinilah mata air peradaban nusantara terus mengalir dan berkembang hingga sekarang. Wisatawan bisa menyaksikan sendiri bagaimana warisan budaya adi luhung di kawasan Dataran Tinggi Dieng.
OPEN TRIP DIENG

Kawasan Wisata Dieng


Dieng Plateau Theater
Menyaksikan film dokumenter berdurasi 24 menit tentang Dieng. Disinilah kita bisa mengetahui berbagai informasi penting tentang Dieng, mulai dari sejarah, peristiwa-peristiwa penting, objek wisata, hingga kondisi sosial ekonomi setempat.

Batu Pandang Ratapan Angin
Sebuah bukit kecil yang berada di dekat Dieng Plateau Theater. Wisatawan bisa menikmati pesona dua telaga kembar (Telaga Warna dan Telaga Pengilon) dari ketinggian. Sajian panorama alam yang sangat eksotis, cocok untuk foto seni maupun selfie. Abadikan kunjungan Anda ke Dieng Plateau dari atas bukit.

Tuk Bima Lukar
Salah satu situs bersejarah, peninggalan Hindu Kuno. Sebuah tempat yang konon pada jaman dahulu mata air ini dijadikan sebagai tempat bersuci sebelum memasuki kawasan Candi. Jejak kekunoan tampak pada dua Jaladwara yang terbuat dari batu lingga dan tumpahan air berupa Yoni.

Harga Tiket Masuk Objek Wisata Dieng

Berwisata ke Dieng memang menjadi salah satu agenda liburan yang menyenangkan. Pasalnya, kawasan wisata Dieng Plateau memiliki daya tarik sangat unik, yaitu perpaduan sempurna antara keindahan alam dan warisan adi luhung. Disamping itu, Dieng juga memiliki ikatan historis yang cukup kental terhadap perkembangan peradaban Nusantara.

Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Dieng, mungkin ingin mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli tiket masuk lokasi. Estimasi biaya perjalanan merupakan satu hal yang sangat penting agar liburan bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana. Salah satu yang harus diperhitungkan adalah tiket masuk lokasi.

Berapa harga tiket masuk ke lokasi wisata di kawasan Dieng?

Berikut daftar harga tiket masuk beberapa lokasi wisata Dieng yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Anggaran Perjalanan, terutama bagi pelaku bisnis dan perusahaan.
Wisata Dieng

Kawasan Wisata Dieng

  • Tiket Masuk Kawasan Dieng : Rp 2.000,-/orang
  • Telaga Menjer : Rp 3.000,-/orang
  • Agrowisata Perkebunan Teh Tambi
    • Paket Standar Rp 27.500,-/orang, minimal 10 orang
    • Paket Eksklusif Rp 55.000,-/orang, minimal 20 orang
    • Paket Eksklusif Outbond Game Rp 115.000,-/orang, minimal 20 orang
  • Telaga Warna : Rp 5.000,-/orang (weekday) - Rp 7.500,-/orang (weekend)
  • Dieng Plateau Theater : Rp 4.000,-/orang
  • Batu Pandang Ratapan Angin: Rp 10.000,-/orang
  • Candi Arjuna + Kawah Sikidang : Rp 10.000,-/orang
  • Museum Kailasa : Rp 5.000,-/orang
  • Candi Bima : Rp 5.000,-/orang
  • Bukit Sidengkeng : Rp 3.000,-/orang
  • Bukit Sikunir : Rp 6.000,-/orang
  • Gunung Prau : Rp 6.000,-/orang
  • Sumur Jalatunda : Rp 5.000,-/orang
  • Dieng Water Park : Rp 20.000,-/orang untuk dewasa dan Rp 15.000,-/orang untuk anak-anak
  • Kawah Sileri : Rp 5.000,-/orang
  • Kawah Candradimuka : Rp 5.000,-/orang
  • Telaga Merdada : Rp 5.000,-/orang
Daftar harga tersebut merupakan harga terbaru dan secara berkala kami update, sehingga bisa menjadi sumber informasi yang akurat bagi para traveler. Selain itu, untuk beberapa lokasi wisata yang membutuhkan petualangan dan beresiko, harga sudah termasuk asuransi.

Jumat, 04 September 2015

Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau)

Dieng adalah dataran tinggi di Jawa Tengah, secara administratif sebagian wilayahnya masuk dalam Kabupaten Wonosobo dan sebagian masuk Kabupaten Banjarnegara. Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan pegunungan raksasa, terdiri dari beberapa gunung, serta memiliki beberapa puncak kecil dan banyak kawah aktif. Pegunungan tersebut terletak di sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dua gunung kembar di Kabupaten Wonosobo.

Boleh dikatakan bahwa Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata dataran tinggi tersebut adalah 2.000 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata 12—20 °C pada siang hari dan 6-10 °C pada malam hari. Namun pada musim kemarau, antara bulan Juli hingga Agustus, suhu udara di dataran tinggi Dieng dapat mencapai 0 °C, bahkan tidak jarang mencapai -6 °C. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung ke Dieng pada bulan-bulan tersebut, bukan tidak mungkin akan menjumpai embun beku (embun es), yang oleh warga sekitar disebut bun upas.

Dataran Tinggi Dieng

Foto Dataran Tinggi Dieng


Penggunaan Nama Dieng

Secara administratif Dieng sebenarnya merupakan nama bagi Desa Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, dan Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kedua desa tersebut termasuk desa terpencil di Jawa Tengah. Namun, saat ini penggunaan nama Dieng banyak ditujukan untuk menyebut kawasan wisata di dataran tinggi tersebut.

Asal Nama Dieng

Nama Dieng berasal dari bahasa kawi, yakni "Di" yang berarti tempat dan "Hyang" yang berarti dewa. Sehingga secara etimologis nama Dieng berarti tempat bagi para dewa. Memang, dalam buku berjudul "Mata Air Peradaban", disebutkan bahwa Dieng merupakan tempat yang disucikan bagi umat Hindu Kuno, yang konon memindahkan tempat suci tersebut dari Puncak Himalaya ke Dieng. Tak mengherankan jika di Dieng banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi representasi peribadatan umat Hindu.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan dengan aktivitas vulkanik sangat tinggi. Para ahli memperkirakan bahwa kawasan Dieng merupakan kaldera raksasa dengan tepi gunung-gunung yang berada di sekitarnya. Jika mengeksplorasi seluruh dataran tinggi Dieng, wisatawan akan menjumpai banyak kawah-kawah aktif yang mengeluarkan material vulkanik, baik berupa gas, uap air, dll. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah tersebut.

Tak hanya berpotensi mengeluarkan gas beracun, tetapi juga material vulkanik lain, seperti letusan lumpur. Oleh karena itulah, Dieng menjadi kawasan yang semestinya diwaspadai. Berbagai potensi bahaya yang dimungkinkan bisa terjadi di wilayah Dataran Tinggi Dieng antara lain semburan gas beracun, letusan lumpur dan material vulkanik lain, tanah longsor, bahkan banjir.

Salah satu tragedi paling tragis yang pernah terjadi di Dieng adalah letusan kawah Sinila pada tahun 1979. Letusan tersebut mengakibatkan retakan tanah hingga ke kawah Timbang yang mengeluarkan gas CO2 sangat tinggi. Akibatnya gas beracun dari kawah Timbang keluar melalui retakan tanah yang diakibatkan letusan kawah Sinila. Dalam tragegi tersebut, tercatat 149 orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun.

Selain kawah, dataran tinggi Dieng juga memiliki banyak danau vulkanik yang memiliki air dengan kandungan belerang sangat tinggi berwarna khas kekuningan hingga kehijauan. Salah satu danau yang sangat populer dan menjadi destinasi wisata favorit adalah Telaga Warna.

Lihat selengkapnya di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng.

Kawah-kawah Di Dataran Tinggi Dieng

Kawah-kawah di Dieng tergolong kawah aktif, dan menjadi kepundan bagi aktivitas vulkanik di dataran tinggi tersebut. Pemantauan terhadap aktivitas kawah dilakukan oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Dieng yang berada di Kecamatan Karangtengah. Berikut beberapa kawah di dataran tinggi Dieng.
  • Candradimuka
  • Sibanteng
  • Siglagah
  • Sikendang, berpotensi gas beracun
  • Sikidang
  • Sileri
  • Sinila, berpotensi gas beracun
  • Timbang, berpotensi gas beracun

Gunung Di Dataran Tinggi Dieng

Dieng memiliki beberapa gunung di sekelilingnya. Yang sangat populer dan sedang naik daun adalah Gunung Prau dan Sikunir. Kedua gunung tersebut menjadi buruan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Berikut beberapa gunung di dataran tinggi Dieng.
Gunung Prau (2.565 mdpl)
Gunung Pakuwaja (2.595 mdpl)
Gunung Sikunir (2.463 mdpl)

Danau Vulkanik Di Dataran Tinggi Dieng

Dieng memiliki banyak danau vulkanik yang saat ini dikelola sebagai destinasi wisata. Beberapa diantaranya adalah:
  • Telaga Warna
  • Telaga Cebong
  • Telaga Merdada
  • Telaga Pengilon
  • Telaga Dringo
  • Telaga Nila

Obyek Wisata Di Dataran Tinggi Dieng

Golden Sunrise Sikunir Dieng

Wisatawan Menantikan Sunrise Di Sikunir Dieng


  • Gardu Pandang Tieng
  • Tuk Bima Lukar
  • Kompleks percandian, terdiri dari Kompleks Candi Arjuna, Kompleks Candi Gathotkaca, Kompleks Candi Dwarawati, dan Candi Bima.
  • Gangsiran Aswatama, merupakan drainase kuno.
  • Telaga Warna dan Telaga Pengilon
  • Goa-goa alam, seperti goa semar, goa sumur, dan goa jaran.
  • Batu Pandang Ratapan Angin
  • Air Terjun Sikarim
  • Telaga Cebong
  • Bukit Sikunir
  • Puncak Teletubbies Gunung Prau
  • Telaga Merdada
  • Kawah Sikidang
  • Kawah Candradimuka
  • Sumur Jalatunda

Aktivitas Pertanian Di Dataran Tinggi Dieng

Selain menjadi destinasi wisata, Dieng juga merupakan daerah penghasil sayuran dengan tanaman kentang sebagai komoditas utama. Selain itu, beberapa jenis sayur yang sering dijadikan sebagai tanaman penyela adalah kubis dan wortel. Selain tanaman sayuran, Dataran Tinggi Dieng juga dikenal dengan produk khasnya, yaitu Carica dan Purwaceng. Dua komoditas tersebut merupakan komoditas paling langka dan jarang ditemui di daerah lain. Namun sayangnya, tingginya akitvitas pertanian di Dieng mengakibatkan terjadinya penggundulan hutan besar-besaran untuk dikonversi sebagai lahan pertanian.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Dieng

Senin, 31 Agustus 2015

Panduan Wisata Dieng Wonosobo

Dieng adalah kawasan dataran tinggi yang termasuk dalam kategori kawasan vulkanik aktif. Bisa dikatakan bahwa Dieng merupakan gunung api raksasa dengan banyak kepundan. Memiliki ketinggian rata-rata 2.000 meter di atas permukaan laut, dengan puncak tertinggi berada di Gunung Prau, sekitar 2.565 mdpl. Dieng memiliki beragam daya tarik untuk dikunjungi, baik keindahan alam maupun warisan budayanya. Banyak wisatawan yang berminat untuk mengunjungi kawasan dataran tinggi tersebut, karena memang Dieng menyimpan berjuta pesona bagi setiap orang. Apabila Anda yang ingin mengadakan perjalanan bisnis maupun wisata ke Dieng, silahkan simak ulasan singkat tentang Panduan Wisata Dieng Wonosobo.

Persiapan sebelum berwisata ke Dieng

Apa yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Dieng? Kita semua tahu, bahwa Dieng merupakan kawasan pegunungan raksasa, dengan ketinggian rata-rata 2.000 mdpl. Oleh karena itu, Dieng memiliki suhu udara sangat dingin, bahkan pada bulan Juli-Agustus, suhu di wilayah Dieng, terutama daerah Sembungan, pintu masuk lokasi wisata Sikunir, bisa mencapai -6 °C. Tak mengherankan jika pada bulan-bulan tersebut di kawasan wisata Dieng sering terjadi embun beku, menyerupai es, yang oleh warga setempat disebut bun upas.

Wisata Dieng

Wisata Dieng


Dengan fenomena alam tersebut, tentu saja wisatawan harus mempersiapkan jaket tebal atau penghangat tubuh lain sebelum berangkat ke Dieng. Tak hanya itu, Dieng juga merupakan kawasan wisata alam, sehingga membutuhkan persiapan tertentu agar perjalanan Anda lebih nyaman. Sebagai tambahan informasi bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung ke Dieng, berikut beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu.
  • Jaket Tebal
  • Syal
  • Penutup kepala
  • Masker
  • Sepatu dan kaos kaki
  • Makanan dan minuman secukupnya
  • Stamina tubuh yang baik

Memilih akses jalan termudah untuk menuju kawasan wisata Dieng

Seperti halnya kawasan dataran tinggi lain, untuk menuju ke Dieng juga harus menempuh jalur yang berkelok dan menanjak. Oleh karena itu, untuk menghemat bahan bakar dan menyingkat waktu perjalanan, sebaiknya Anda memilih jalur dari kota Wonosobo. Jalur dari Wonosobo memang merupakan jalur paling mudah dan banyak dipilih oleh wisatawan. Tak mengherankan jika kebanyakan pengunjung lebih memilih biro perjalanan wisata dari Wonosobo, karena memang akse jalannya jauh lebih dekat.

Objek Wisata di kawasan Dieng dan Wonosobo

Dieng memiliki banyak objek wisata menarik untuk dikunjungi. Bagi wisatawan yang datang dari luar kota, tidaklah cukup jika hanya meluangkan waktu 1 (satu) hari saja. Banyaknya objek wisata di kawasan Dieng dan Wonosobo tentu akan menghabiskan waktu liburan Anda. Oleh karena itu, tentukan objek wisata yang akan dikunjungi, sesuaikan rute perjalanan Anda dengan waktu liburan yang dimiliki. Berikut beberapa objek wisata di wilayah Dieng dan Wonosobo.
  • Pemandian air panas Kalianget
  • Telaga Menjer
  • Agrowisata perkebunan teh Tambi
  • Mendaki Gunung Perahu (Puncak Teletubbies)
  • Gardu Pandang Tieng
  • Tuk Bima Lukar
  • Ondho Budho
  • Watu Kelir
  • Telaga Warna dan Telaga Pengilon
  • Dieng Plateau Theater
  • Batu Pandang Ratapan Angin
  • Sikunir
  • Telaga Cebong
  • Air Terjun Sikarim
  • Kawah Sikidang
  • Kawah Candradimuka
  • Kawah Sileri
  • Kawah Sibanteng
  • Candi Bima
  • Candi Gathotkaca
  • Kompleks Candi Arjuna
  • Candi Setyaki
  • Darmasala
  • Gangsiran Aswatama
  • Candi Dwarawati
  • Sumur Jalatunda
  • Telaga Merdada

Penginapan Di Dieng dan Wonosobo

Sebagai destinasi wisata yang sangat populer, tentu saja di wilayah Dieng dan Wonosobo banyak bermunculan industri penginapan. Bak gayung bersambut, seiring dengan perkembangan dan melonjaknya arus wisatawan ke Dieng, telah merangsan banyak pihak untuk mengembangkan industri penginapan di wilayah tersebut. Makanya saat ini di wilayah Dieng banyak bermunculan penginapan, terutama dalam bentuk homestay, terlebih lagi setelah melambungnya nama Sikunir dalam dunia pariwisata Indonesia. Untuk mencari penginapan di Dieng dan Wonosobo, Anda bisa langsung menghubungi penginapan bersangkutan, atau dapat juga melalui Calya Wisata untuk mendapatkan penginapan yang paling layak.

Ya, Calya Wisata menyediakan jasa reservasi penginapan di wilayah Dieng dan Wonosobo. Kami memiliki jaringan homestay dan hotel yang sangat luas, sehingga memiliki keleluasaan dalam menentukan pilihan penginapan paling tepat bagi wisatawan. Anda tak perlu lagi risau karena semua penginapan di Dieng telah habis dibooking wisatawan lain. Hubungi kami untuk menyediakan akomodasi terbaik bagi Anda.

Paket Wisata Dieng

Untuk mempermudah kegiatan liburan atau perjalanan binis, ada baiknya Anda memilih paket wisata Dieng. Cari paket wisata yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Paket wisata termurah belum tentu menjadi pilihan terbaik. Demikian juga dengan paket wisata termahal, belum tentu menyediakan layanan istimewa. Oleh karena itu, carilah paket wisata dari penyedia jasa yang paling berkualitas.

Calya Wisata, hadir untuk menjawab seluruh persoalan yang dihadapi oleh wisatawan. Kami didukung oleh tim yang solid, bekerja secara maksimal, profesional, dan berdedikasi tinggi. Kami menawaran beberapa pilihan paket wisata menarik, dengan fleksibilitas tinggi dan layanan istimewa. Menghadirkan suasana nyaman, menyenangkan, dan penuh pengalaman unik adalah prioritas utama kami. Hubungi Calya Wisata untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan wisata Anda.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Wisata Dieng Wonosobo

Dieng Wonosobo, Jawa Tengah merupakan dataran tinggi yang menyimpan berjuta pesona bagi wisatawan. Tak mengherankan jika aktivitas wisata Dieng Wonosobo mampu berkembang sangat pesat, diburu oleh banyak wisatawan dari berbagai penjuru. Sikunir adalah objek wisata baru di kawasan wisata Dieng Wonosobo, menawarkan pesona matahari terbit sangat memukau. Dalam waktu sekejap, Sikunir mampu memikat banyak orang untuk menikmati dahsyatnya Golden Sunrise Penasaran dengan kawasan wisata Dieng Plateau? Hubungi kami, Calya Wisata, di nomor 0852 0009 6334 - 0852 0009 6011 - 0877 0559 7000 untuk mempersiapkan seluruh akomodasi perjalanan Anda, mulai dari penginapan, transportasi, hingga konsumsi ... Selengkapnya

Paket Wisata Dieng

Ingin mengadakan perjalanan wisata ke Dieng? Kami menyediakan jasa Paket Wisata Dieng, mempersiapkan seluruh akomodasi Anda, mulai dari transportasi, penginapan, tiket masuk lokasi wisata, konsumsi, souvenir, dan masih banyak lagi. Paket wisata yang kami tawarkan dirancang untuk wisatawan bisnis, pribadi, maupun rombongan. Jika Anda berminat untuk berlibur ke Dieng, serahkan segala sesuatunya kepada kami. Mempersiapkan seluruh kebutuhan Anda dan menghadirkan kenyamanan selama perjalanan liburan, adalah komitmen kami kepada seluruh pelanggan. Hubungi kami di 0852 0009 6334 - 0852 0009 6011 - 0877 0559 7000.

Objek Wisata Dieng

Beberapa objek wisata penting yang wajib untuk dikunjungi saat Anda berlibur ke Dieng antara lain Telaga Warna, Kompleks Candi Dieng, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theater, Bukit Sikunir, dan Gunung Perahu. Dua objek wisata terakhir, yakni Bukit Sikunir dan Gunung Perahu, memang sedang mengalami booming. Nama kedua objek wisata tersebut begitu populer baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Terlebih lagi Sikunir, yang memiliki pesona Golden Sunrise begitu menawan, benar-benar mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan membangkitkan kembali industri pariwisata Dieng yang sedang mengalami kelesuan beberapa tahun terakhir. Lihat ulasan selengkapnya tentang Objek Wisata Dieng.

Wisata Dieng

Sunrise Sikunir Dieng


Wisata Dieng

Kawasan Wisata Dieng, Negeri Di Atas Awan


Wisata Dieng

Air Terjun Sikarim, Surga Baru Di Kawasan Wisata Dieng


Penginapan Dieng

Calya Wisata juga melayani pesanan penginapan di Dieng dan sekitar Wonosobo. Jika Anda tidak mengambil paket wisata yang kami tawarkan, bisa menggunakan jasa kami untuk mempersiapkan tempat penginapan paling nyaman. Harga penginapan yang kami tawarkan sangat murah, sesuai dengan harga yang ditetapkan di masing-masing penginapan. Dengan kata lain, kami tidak menaikkan harga penginapan untuk mendapatkan keuntungan.

Wisata Dieng Wonosobo

Golden Sunrise Sikunir, Dieng Wonosobo


Wisata Dieng Wonosobo

Sikunir Ikon Baru Wisata Dieng Wonosobo


Wisata Dieng Wonosobo

Amazing, Sikunir Dieng Wonosobo


Sewa Mobil Dieng Wonosobo

Selain menyediakan layanan reservasi penginapan, Calya Wisata juga melayani sewa mobil di Wonosobo dan Dieng. Menjadi solusi bagi para wisatawan bisnis maupun plesiran. Menjadi pilihan utama bagi para pelaku bisnis untuk mengadakan sarana transportasi di wilayah Wonosobo dan sekitarnya. Bagi Anda yang datang dari luar kota, kami melayani penjemputan, baik di terminal bus, bandara (Yogyakarta, Solo, Semarang), maupun stasiun kereta api (Yogyakarta, Purwokerto, Solo, dll.).

Wisata Dieng Menjadi Andalan Pariwisata Jawa Tengah

Tak hanya menjadi andalan pariwisata Wonosobo, Dieng juga merupakan kawasan wisata andalan Provinsi Jawa Tengah. Hal ini bisa dilihat dari betapa seriusnya pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengembangkan Dieng sebagai kawasan wisata. Salah satu kontribusi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah pembangunan Dieng Plateau Theater, yang merupakan gagasan dari Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto, dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lihat selengkapnya tentang Dieng Plateau Theater.

Minggu, 09 Agustus 2015

Galery Foto Dieng Plateau

Tebak apa yang akan Anda lihat di Dieng? yang untuk memberikan deskripsi singkat tentang Dieng, berikut kami tampilkan Galery Foto Dieng Plateau.

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng
Kawasan Wisata Dieng

Batu Pandang Ratapan Angin
Tim Calya Wisata Berada Di Batu Pandang Ratapan Angin

Batu Pandang Ratapan Angin
Suasana Penuh Kegembiraan Bersama Calya Wisata

Dieng Plateau
Tak Kenal Lelah Untuk Menikmati Perjalanan Yang Spektakuler

Gardu Pandang Tieng
Singgah di Gardu Pandang Tieng

Bukit Sidengkeng
Pemandangan Telaga Warna Dari Bukit Sidengkeng

Sikunir
Berburu Sunrise Di Bukit Sikunir

Sikunir
Berburu Sunrise Di Bukit Sikunir

Sikunir
Golden Sunrise Sikunir

Wisata Dieng Wonosobo
Menuju Kompleks Candi Arjuna Dieng

Wisata Dieng Wonosobo
Kompleks Candi Arjuna Dieng

Wisata Dieng Wonosobo
Telaga Warna Dieng Wonosobo

Telaga Warna Dieng

Telaga Warna Dieng


Dieng Plateau Theater

Akses Masuk Ke Dieng Plateau Theater


Dieng Plateau Theater

Dieng Plateau Theater Tampak Dari Depan

Mengejar Sunrise Di Bukit Sikunir Dieng Plateau

Tempat Wisata, Tiket Pesawat, Dan Hotel Murah: Mengejar Sunrise Di Bukit Sikunir Dieng Plateau: Sikunir menjadi salah satu objek wisata yang saat ini sedang cukup populer, baik di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara ... Selengkapnya

Nama Sikunir memang sedang melambung tinggi dalam industri pariwisata Indonesia. Dikenal juga dengan sebutan Negeri Di Atas Awan, dengan daya tarik Golden Sunrise yang sangat menawan. Sebuah mahakarya Ilahi, Golden Sunrise Sikunir banyak diklaim sebagai sunrise terbaik di Indonesia.

Berada di ketinggian kurang lebih 2.350 meter di atas permukaan laut, membuat puncak bukit Sikunir menjadi spot paling menarik untuk menikmati pesona mentari di pagi hari. Berpadu dengan gugusan awan perwarna putih laksana salju yang berada tepat di kaki bukit, membuat pemandangan benar-benar mengagumkan.

Ya, Anda akan berdecak kagum melihat pesona lukisan alam, mahakarya Tuhan yang tiada duanya. Banyak wisatawan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara, berbondong-bondong menapaki jalan selebar dua meter menuju puncak bukit Sikunir untuk menyaksikan sendiri keagungan alam.

Puas dengan pemandangan indah di puncak bukit Sikunir, wisatawan bisa menikmati minuman hangat khas Dieng, Purwaceng, yang banyak dijajakan pedagang di atas bukit. Ya, tentunya Anda tidak perlu bersusah payah mencari makanan atau minuman hangat untuk mengusir hawa dingin khas pegunungan.

Menikmati secangkir kopi panas di atas bukit, sembari menyaksikan bentangan pemandangan alam yang sangat indah, memang merupakan sensasi liburan yang tak akan didapatkan di tempat wisata lain. Di atas bukit Sikunir juga sudah dibangun fasilitas penunjang untuk wisatawan, baik musholla maupun toilet. Tentunya semakin menambah kenyamanan bagi setiap wisatawan yang mendaki ke bukit Sikunir.


Sikunir Dieng Wonosobo

Pemandangan Golden Sunrise Di Bukit Sikunir Dieng


Selain memiliki pemandangan matahari terbit terbaik di Indonesia, Sikunir juga didukung dengan beberapa nilai tambah. Jalur tracking menuju puncak bukit juga tidak terlalu jauh, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan. Bahan anak-anak juga banyak yang mencapai puncak bukit. Cukup dengan kondisi tubuh yang sehat dan bugar, dijamin perjalanan Anda ke bukit Sikunir tidak mengalami banyak kesulitan.

Selain itu, jalur kendaraan juga bisa mencapai ke kaki bukit. Terdapat fasilitas lahan parkir sangat luas, kurang lebih satu hektar, mampu menampung ratusan kendaraan roda empat. Oleh karena itulah, Sikunir banyak diburu pengunjung dari berbagai daerah, karena memang memiliki banyak kemudahan.

Setelah turun dari puncak bukit, wisatawan bisa beristirahat sambil menghangatkan tubuh di area parkir. Banyak kios-kios penjual makanan dan minuman hangat untuk mengisi perut yang masih kosong. Sambil melepas lelah, ada juga wisatawan yang berjalan-jalan di tepi telaga, sembari menikmati pesona pemandangan yang tak kalah indahnya.

Ya, tepat di sebelah area parkir terdapat telaga yang diberi nama Telaga Cebong. Pantulan sinar mentari pagi yang mengenai permukaan air telaga menyuguhkan sensasi pemandangan yang sangat eksotis. Tidak sedikit wisatawan dan warga setempat yang berburu momentum paling indah untuk mengabadikan pesona Telaga Cebng.

Wisata Candi Di Kawasan Dieng Plateau

Tempat Wisata, Tiket Pesawat, Dan Hotel Murah: Candi Dieng Plateau: Dieng Plateau memiliki kompleks candi Hindu, yang ditemukan pada awal tahun 1814, oleh seorang tentara Inggris yang berwisata ke Dieng Plateau ... Selengkapnya

Tak hanya menyajikan objek wisata alam dengan segala keindahannya, Dieng juga memiliki peninggalan historis yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Ya, dataran tinggi di Kabupaten Wonosobo tersebut memiliki peninggalan yang sangat berharga. Mungkin kita tak pernah mengira bahwa Dieng merupakan mata air peradaban di Pulau Jawa bahkan nusantara pada umumnya.

Sikunir Menjadi Primadona Wisata Dieng Plateau

Tempat Wisata, Tiket Pesawat, Dan Hotel Murah: Sikunir Menjadi Primadona Wisata Dieng Plateau: Sikunir merupakan salah satu pendatang baru dalam dunia pariwisata Indonesia yang sedang naik daun. Pengunungan yang memiliki keindahan alam menakjubkan ini menjadi primadona dalam kegiatan wisata Dieng Plateau.

Semenjak kalangan penggemar foto-foto alam sering mendaki bukit Sikunir dan mengabadikan keindahan alam dari puncak bukit di kawasan wisata Dieng tersebut, nama Sikunir langsung melambung sebagai destinasi wisata favorit di Pulau Jawa. Membludakknya arus wisatawan ke bukit Sikunir Dieng memang berdampak positif terhadap industri pariwisata Dieng yang sedang lesu beberapa tahun terakhir.

Sikunir Dieng

Golden Sunrise Sikunir


Menyambut peluang tersebut, secara perlahan warga setempat mulai berbenah diri, mempersiapkan segala akomodasi yang dibutuhkan wisatawan, mulai dari penginapan, sarana transportasi, konsumsi, hingga penyelenggaraan berbagai macam kegiatan. Salah satu aktivitas yang banyak diburu wisatawan adalah camping di sekitar Telaga Cebong.

Menikmati alam pegunungan di malam hari, hanya ditemani api unggun kecil, dengan hembusan angin pegunungan yang sangat dingin, benar-benar terasa menusuk tulang, memang merupakan pengalaman liburan yang jarang didapatkan di tempat wisata manapun. Tak mengherankan jika Sikunir berubah menjadi primadona bagi parawisatawan. Menggeser paradigma lama, sehingga menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak diminati. Baca selengkapnya informasi tentang Sikunir.

Selayang Pandang Wisata Dieng Plateau

Tempat Wisata, Tiket Pesawat, Dan Hotel Murah: Selayang Pandang Wisata Dieng Plateau: Selayang Pandang Wisata Dieng Plateau - Nama Dieng mungkin sudah dikenal di selurh pelosok tanah air. Dieng merupakan kawasan wisata yang memadukan berbagai aspek, baik keindahan alam, sejarah, hingga budaya. Menyimpan berjuta pesona dan daya tarik untuk dikunjungi, sehingga kawasan wisata tersebut sangat diminati oleh para wisatawan dari berbagai daerah ... Selengkapnya

Dengan ketinggian rata-rata 2.000 meter di atas permukaan laut membuat kawasan Dieng memiliki suhu udara sangat dingin. Bahkan di bulan Juli-Agustus, suhu di dataran tinggi tersebut bisa mencapai 0 °C, sehingga tak jarang wilayah Dieng mengalami embun beku atau yang lebih populer dengan nama bun upas.

Pada dasarnya kawasan wisata Dieng Plateau masuk dalam dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Namun karena akses untuk menuju ke Dieng jauh lebih mudah dilalui dari Wonosobo, maka nama Dieng lebih identik dengan Wonosobo. Terlebih lagi semenjak diluncurkannya buku berjudul "Mata Air Peradaban, Dua Milenium Wonosobo" yang mengungkapkan bahwa Dieng merupakan wilayah yang sangat berperan dalam corak dan arahnya sejarah Wonosobo. Oleh karena itulah kawasan Dieng identik dengan Wonosobo.