Kamis, 12 November 2015

Objek Wisata Kawah Sileri Dieng

Kawah Sileri merupakan salah satu objek wisata di Dieng Plateau, memiliki bentuk unik berupa kepundan datar, sehingga permukaan air kawah yang selalu mendidih terus mengalir ke permukaan yang lebih rendah. Dengan permukaan air mencapai 4 hektare, kawah Sileri menjadi kawah terluas di wilayah Dataran Tinggi Dieng.

Kawah Sileri masuk dalam wilayah Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berada di lereng Gunung Gagergedang dan tergolong kawah paling aktif. Memang, aktivitas kawah ini cukup tinggi, sempat beberapa kali meletus, sehingga menjadi kawah yang paling berbahaya di Dieng.

Meskipun dikategorikan sebagai kawah berbahaya, namun Sileri tetap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Banyak wisatawan yang sengaja berkunjung ke kawah Sileri untuk menyaksikan keindahan panorama alam di sekelilingnya. Permukaan air yang menunjukkan gejala-gejala aktivitas vulkanis dan terus menerus mengeluarkan asap putih juga menjadi daya tarik tersendiri.

Kawah Sileri Dieng

Luasnya area permukaan kawah membuat suasana di sekitar kawah terasa lebih hangat dibanding suasana Dieng Plateau pada umumnya. Luapan permukaan air kawah terus mengalir melalui saluran kecil dan dimanfaatkan untuk menyirami lahan-lahan pertanian di sekitarnya.

Berwisata ke kawah Sileri memang menjadi aktivitas yang penuh pengalaman menakjubkan, karena kita dapat menyaksikan langsung aktivitas vulkanik. Gejolak air mendidih disertai keluarnya uap panas bisa menggambarkan bagaimana gemuruh aktivitas di perut bumi. Pemandangan alami di sekitar lereng Gunung Pagerkandang semakin menambah pesona alam di Kawah Sileri.

Kawah Sileri Dieng

Nama Sileri berasal dari Bahasa Jawa, yaitu "leri" yang berarti air cucian beras. Memang air di kawah Sileri bewarna putih pekat menyerupai air cucian beras sebelum dimasak.

Waktu terbaik menikmati panorama di Kawah Sileri adalah pagi hari, sekitar jam 06.00. Di pagi hari, uap air yang keluar dari kawah masih menempel di permukaan air, berwarna putih, dan jika ditunggu beberapa saat, seiring dengan terbitnya matahari, perlahan uap tersebut akan tampak seperti terangkat ke atas. Pemandangan seperti ini hanya dapat disaksikan dari kawah Sileri Dieng.

Minggu, 01 November 2015

Objek Wisata Sumur Jalatunda Dieng

Sumur Jalatunda merupakan salah satu objek wisata di wilayah Dataran Tinggi Dieng, masuk dalam kawasan wisata zona 2 Dieng. Secara administratif masuk dalam wilayah Desa Wisata Pekasiran ,Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tenggah. Sumur Jalatunda adalah tempat yang penuh misteri, baik mengenai sejarah terbentuknya maupun mitos-mitos yang berkembang di masyarakat.

Secara fisik bentuk Sumur Jalatunda memang tidak seperti sumur kebanyakan, tetapi lebih merupakan kubangan raksasa, dengan diameter hingga 90 meter dan kedalaman diperkirakan mencapai ratusan meter. Terlepas dari misteri yang menyelimuti dan mitos-mitas yang diyakini masyarakat, Sumur Jalatunda tetap menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi, sekaligus merupakan bahan kajian yang perlu mendapatkan perhatian untuk penelitian-penelitian ilmiah.

Sumur Jalatunda

Secara ilmiah, Sumur Jalatunda diperkirakan terbentuk akibat letusan gunung berapi purba jutaan tahun silam yang menyisakan kepundan berupa lubang besar berdiameter hingga 90 meter dan kedalaman ratusan meter. Kawah atau kepundan tersebut kemudian terisi air, menyerupai sumur raksasa. Fenomena terisinya kepundan kawah gunung berapi hingga menyerupai sumur hanya ada dua di dunia. Sumur sejenis dapat ditemukan di daerah Mexico.

Pemberian nama Sumur Jalatunda memang erat kaitannya dengan cerita pewayangan. Dikisahkan dalam cerita Mahabarata, Sumur Jalatunda merupakan jalan menuju ke Jangkar Bumi atau Bumi Sapta Pratala, yaitu tempat dimana Hyang Antaboga dan puterinya, Dewi Nagagini, tinggal.

Dalam kisah tersebut, Raden Bratasena bertemu dengan Dewi Nagagini, yang kemdian menikah dan diberi karunia seorang putera bernama Raden Antareja. Terdapat juga mitos yang berkembang di masyarakat setempat, bahwa Sumur Jalatunda merupakan salah satu gerbang gaib yang menghubungkan Dataran Tinggi Dieng dengan penguasa di Laut Selatan.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Pesona Sunset Di Batu Pandang Ratapan Angin Dieng

Tak hanya menawarkan pemandangan Golden Sunrise yang spektakuler di Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng juga memiliki pesona sanset yang luar biasa, yakni di Batu Pandang Ratapan Angin, sebuah lokasi di sebelah selatan Telaga Warna. Ya sajian pemandangan yang sangat memukau tatkala Anda berada di Dieng.

Batu Pandang Ratapan Angin adalah sebuah bukit di sebelah selatan Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati pesona telaga warna dan telaga pengilon dari ketinggian. Ya, kedua telaga tersebut dikelilingi oleh perbukitan tampak begitu elok. Tak mengherankan jika banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut pada pagi hari, saat sinar matahari belum begitu terik.

Dengan topografi berbatu dan bertebing curam, Batu Pandang Ratapan Angin menjadi spot yang banyak diburu oleh wisatawan. Namun, tempat wisata ini tak hanya menyuguhkan pesona pemandangan telaga warna yang tampak begitu cantik pada pagi hari, tetapi juga sajian panorama sunset yang sangat eksotis.

Batu Pandang Ratapan Angin Dieng

Tim Calya Wisata mencoba membuat trip ke Batu Pandang Ratapan Angin pada sore hari, menemani sejumlah wisatawan domestik dan dua orang wisatawan asing, menjajal berburu momentum paling langka dari belahan bumi manapun. Ya, perjalanan kami tidaklah sia-sia, meskipun pemandangan area telaga sudah agak tertutup kabut, namun sensasi memukau matahari terbenam benar-benar menghadirkan kepuasan yang tak terkira.

Pesona Sunset Di Batu Pandang Ratapan Angin

Luar biasa, spot yang sangat ideal untuk menikmati pesona sunset di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tak kalah spektakulernya dengan Golden Sunrise Sikunir. Penasaran dengan pesona pemandangan di Kawasan Wisata Dieng? Hubungi kami untuk menemani perjalanan Anda.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Objek Wisata Kawah Candradimuka Dieng

Kawah Candradimuka merupakan kawah aktif di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Meskipun kurang populer, namun Kawah Candradimuka tetap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Seperti halnya kebanyakan objek wisata di Dieng, nama Kawah Candradimuka juga diambil dari cerita pewayangan, yang merupakan tempat dimana jabang bayi Gathotkaca digembleng dan mendapatkan kesaktian.

Kawah ini berada di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Karena posisinya cukup jauh dari zona 1, yang merupakan kawasan wisata paling populer, maka Kawah Candradimuka kurang diminati oleh wisatawan, sehingga objek wisata ini hampir selalu sepi pengunjung.

Kawah ini memiliki keunikan sendiri yang membuatnya berbeda dengan kawah Sikidang maupun Sileri. Letupan dahsyat dan suara gemuruh yang keluar dari perut bumi merupakan ciri khas Kawah Candradimuka, sehingga terkesan sangat ganas. Memang gejolak aktivitas vulkanik di kawah ini tampak sangat kuat, seolah mengeluarkan letupan-letupan yang ganas.

Foto Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka Dieng

Kawah Candradimuka Dieng


Akses Jalan Menuju Kawah Candradimuka

Untuk menuju ke lokasi Kawah Candradimuka membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit berkendara dari kawasan wisata utama Dieng. Oleh karena itulah wisatawan lebih cenderung untuk memilih tidak berkunjung ke kawah ini, karena memang memakan waktu cukup lama. Berada di area zona 2 kawasan wisata Dieng, membuat Kawah Candradimuka menjadi objek wisata yang sepi pengunjung.

Dari pertigaan Desa Dieng atau tugu "Welcome To Dieng Wonosobo", ambil jalan ke arah Batur. Setelah berjalan sejauh kurang lebih 3 kilometer, Anda akan menjumpai pertigaan, ambil jalan arah kanan yang menuju ke Desa Kepakisan atau Desa Pekasiran. Perjalanan melalui jalan berliku dengan pemandangan ladang-ladang pertanian dan bukit-bukit yang menjulang tinggi.

Setelah menempuh jarak kurang lebih 4 kilometer dari pertigaan tersebut, akan menjumpai gerbang bertuliskan "Kawah Candradimuka" yang berada di sisi kanan jalan. Dari gerbang "Kawah Candradimuka", wisatawan harus melewati jalan menanjak dan berbatu sejauh 1,4 kilometer. Perjalanan yang cukup panjang, melewati dua desa, yaitu Desa Kepakisan dan Pekasiran, membuat objek wisata ini tidak begitu diminati.

Senin, 19 Oktober 2015

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Nama Dataran Tinggi Dieng mungkin sudah menggema di seantero negeri yang dikenal juga dengan istilah Kahyangan Para Dewa atau Negeri Di Atas Awan. Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng adalah sebuah bentangan permukaan alam di wilayah Dataran Tinggi Dieng yang batas-batasnya ditentukan berdasarkan aspek pariwisata. Kawasan wisata ini dikunjungi menjadi destinasi liburan banyak orang karena memang memiliki daya tarik yang cukup unik, yaitu perpaduan antara keindahan alam, budaya, dan peninggalan sejarah.

Secara administratif, sebagian besar Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara yang saat ini menjadi andalan pariwisata Jawa Tengah. Dataran Tinggi Dieng telah masuk dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPP) Jawa Tengah Tahun 2004 sebagai salah satu "Kawasan Andalan". Oleh karena itulah kawasan tersebut terus dikembangkan secara komprehensif.

Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng

Semenjak munculnya Bukit Sikunir sebagai objek wisata di Dataran Tinggi Dieng, kegiatan pariwisata di kawasan tersebut semakin menggeliat. Tak heran jika Pemerintah Provinsi Jawa Tengah beserta Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegera terus memacu pembangunan prasarana dan sarana secara terpadu, sehingga fasilitas dan daya dukung industri pariwisata lebih memadai.

Tidak hanya berfungsi sebagai kawasan wisata, Dataran Tinggi Dieng juga berperan sebagai Kawasan Strategis dengan fungsi sebagai kawasan lindung. Untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata, Dataran Tinggi Dieng juga dipetakan menjadi dua kawasan, yaitu Kawasan Poros dengan objek wisata yang berperan sebagai ikon dan penggerak utama aktivitas pariwisata, serta Kawasan Jeruji, dengan objek wisata yang mendukung aktivitas pariwisata di Kawasan Poros.

Objek wisata yang saat ini sedang melambung adalah Sikunir dengan fenomena Golden Sunrise, menggema di seluruh nuasantara. Banyak wisatawan mengklaim bahwa Golden Sunrise Sikunir dengan perpaduan alam pegunungan yang begitu sempurna, menjadi fenomena sunrise terbaik di Nusantara.

Selain Sikunir, kawasan Telaga Warna juga kembali menggeliat, banyak diburu wisatawan dari berbagai daerah. Semenjak dibukanya Bukit Sidengkeng dan Batu Pandang Ratapan Angin, untuk menikmati pendangan spektakuler dua telaga kembar (Telaga Warna dan Telaga Pengilon), kawasan Telaga Warna kembali menarik minat para wisatawan.

Lihat ulasan lain tentang Dataran Tinggi Dieng.

Minggu, 18 Oktober 2015

Objek Wisata Bukit Sidengkeng Dieng

Dieng memang tak pernah berhenti menghadirkan kepuasan dan kekaguman bagi setiap wisatawan. Tak jarang orang yang sudah berkunjung ke Dieng ingin kembali merasakan suasana harmonis, romantis, dan dikelilingi pemandangan nan eksotis. Ya, hanya Dieng yang mampu memberikan segalanya bagi setiap orang. Suasana segar di pegunungan merupakan ciri khas Dataran Tinggi Dieng yang banyak diburu wisatawan, terutama dari kota-kota besar.

Salah satu objek wisata yang sangat populer adalah Telaga Warna. Untuk menikmati Si cantik Telaga Warna memang dapat dilakukan dari berbagai penjuru. Bukit Sidengkeng merupakan salah satu spot terbaik untuk menikmati keelokan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, dua telaga kembar di kawasan Dieng Plateau. Objek wisata ini merupakan puncak dari beberapa perbukitan yang mengelilingi kawasan Telaga Warna.

Bukit Sidengkeng

Telaga Warna memang termasuk salah satu wanawisata, menyuguhkan pemandangan yang sangat elok, dengan warna-warni airnya, dan dikelilingi oleh perbukitan yang menjulang tinggi. Pesona Telaga Warna yang begitu jelita ini semakin memukau ketika dilihat dari atas Bukit Sidengkeng.

Untuk mencapai Bukit Sidengkeng memang cukup mudah, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit melalui jalur trekking dari pintu masuk Wanawisata Petak 9 Dieng. Kondisi jalur yang cukup mudah membuat Bukit Sidengkeng menjadi destinasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Bukit Sidengkeng

Pemandangan dari puncak Bukit Sidengkeng memang akan membuat setiap pengunjung terkagum-kagum. Sebuah view yang sangat eksotis, perpaduan antara dua telaga kembar di bagian bawah, dikelilingi oleh perbukitan hijau, serta berlatarbelakang pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Prau yang terlihat begitu perkasa.

Nama Sidengkeng sebenarnya hanya penalaran warga setempat, dimana perjalanan menuju ke puncak bukit tersebut terasa cukup berat, badan kita harus membungkuk-bungkuk (ndengkeng). Oleh karena itulah objek wisata yang menyuguhkan panorama eksotis ini disebut Bukit Sidengkeng.

Minggu, 11 Oktober 2015

Objek Wisata Telaga Pengilon Dieng

Telaga Pengilon merupakan salah satu objek wisata di Dieng Plateau, berada satu kawasan dengan Telaga Warna dan beberapa goa alam, seperti Goa Jaran dan Goa Sumur. Telaga Pengilon memiliki nuansa yang hening, penuh kesunyian, dan berbalut ketenangan, sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya.

Terletak berdekatan dengan Telaga Warna, membuat dua telaga tersebut tampak seperti telaga kembar jika dilihat dari kejauhan. Kondisi airnya yang sangat jernih mampu menghadirkan perpaduan harmonis dengan air Telaga Warna yang tampak berwarna-warni.

Nama Telaga Pengilon diberikan lantaran air telaga tersebut tampak begitu jernih, bagaikan sebuah cermin raksasa. Dalam bahasa Jawa, kata "Pengilon" berarti "Cermin", lantaran memang kondisi airnya yang mampu memantulkan benda apa saja layaknya sebuah cermin.

Telaga Pengilon Dieng

Foto Telaga Pengilon


Keindahan Telaga Pengilon

Jika Anda ingin melihat dari dekat air Telaga Pengilon, hanya membutuhkan waktu beberapa menit berjalan kaki dari Telaga Warna, karena dua telaga tersebut hanya berjarak sekitar 150 meter. Di tepi Telaga Pengilon, wisatawan bisa menikmati pesona alam dengan bukit-bukit menjulang tinggi di sekelilingnya. Sebuah spot yang sangat bagus untuk para pemburu foto. Ekspresikan karya Anda dengan pengambilan foto-foto seni dari tepi Telaga Pengilon.

Telaga Pengilon Dieng

Foto Telaga Warna dan Telaga Pengilon


Mitos Telaga Pengilon

Konon Telaga Pengilon merupakan salah satu telaga yang dijadikan sebagai tempat mandi bidadari dari kahyangan. Setelah mandi, para bidadari bisa bercermin di Telaga Pengilon untuk melihat sisi baik dan baruk yang ada pada dirinya. Secara filosofis, berkaca di Telaga Pengilon merupakan upaya untuk mawas diri.

Penasaran dengan keindahan dan suasana mistis di Telaga Pengilon? Hubungi Calya Wisata untuk menemani perjalanan Anda ke Dieng.